Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Maling Pratima Beraksi Kembali

Senin, 10 Desember 2012, 19:33 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Kasus pencurian pretima kembali terjadi di Tabanan. Giliran  Pura Luhur Puncak Rencani di Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Baturiti Tabanan yang diobok-obok maling, Senin, (10/12).

Akibatnya sebuah pretima patung Dewa Siwa berlapis emas berhasil dibawa kabur kawanan pencuri. Sedangkan  tempatnya  berupa pretima patung Macan dan Naga tercecer di kali kecil yang kering. Begitu juga  sebuah Genta ditemukan tercecer di areal pura setempat.

Informasi menyebutkan  kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 wita. Pelaku diduga masuk ke pura  mencongkel dan merusak grendel pintu gedong dan menjaran yang  isinya berupa pretima milik pura tersebut.

Aksi pencurian tersebut kali pertama diketahui I Gst Made Cekeg (75) asal Banjar Sandan Desa Bangli, Baturiti Tabanan dan I Wayan Kandiya Yasa (45)asal Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Baturiti Tabanan.

Saat itu sekitar pukul 07.00 wita saksi menemukan pretima Macan dan Naga di sebuah kali kering sekitar 500 meter dari Pura Puncak Rencani. Setelah ditelusuri pretima tersebut diyakini milik Pura Rencani. Oleh saksi dan tokoh adat begitu juga pemangku kemudian mengadakan penelusuran sampai akhirnya menemukan Genta di areal pura. Sementara patung Siwa yang terletak di atas pretima macan hingga kini dinyatakan hilang.Terkait aksi pencurian pretima tersebut Perbekel desa Bangli, I Made Adiasa tidak menampiknya. Kata hal itu berawal dari ditemukannya, pratima patung Macan dan Naga di sebuah kali kecil oleh warga. Atas temuan itu kemudian diterlusuri dan diyakini milik Pura Rencani. Selanjutnya,  saksi bersama tokoh dan pemangku melakukan pengecekan dan benar saja, gedong penyimpenan diobrak-abrik.

“Sebuah genta kemudian ditemukan diareal pura sementara pretima berupa patung peranda (siwa) yang berisi emas dan permata hingga kini belum ditemukan,”beber Adiasa . 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami