Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Investasi Hotel di Bali Bersumber dari Pencucian Uang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mencurigai pendanaan pembangunan beberapa hotel di Bali bersumber dari kejahatan pencucian uang.
Kecurigaan tersebut didasarkan pada maraknya pembangunan hotel di Bali dengan investasi yang cukup besar, padahal jumlah kebutuhan kamar hotel di Bali sudah melebihi kebutuhan.
Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam keteranganya di Renon (18/12/2012) menyatakan secara hitung-hitungan bisnis pembangunan hotel baru di Bali tidak masuk akal. Sebab dengan investasi yang cukup besar, tetapi harga kamar hotel yang ditawarkan sangat rendah.
“Kalau kita melihat nilai investasi dengan nilai jual yang ditawarkan kelihatannya tidak masuk akal dari segi bisnis, misalnya investasi Rp 6 miliar, kamar dijual Rp 300 ribu rupiah, itu sangat tidak mungkin, bagaimana mereka memperhitungkan break event pointnya,” papar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Tjokorda Sukawati menyebutkan dari segi kepemilikan, sebagian besar hotel yang baru dibangun di Bali merupakan milik orang asing dengan mengatasnamakan orang lokal.
Tjok Sukawati menambahkan berdasarkan estimasi PHRI Bali jumlah kamar hotel di Bali mencapai 65.000 kamar, tetapi kenyataannya di lapangan jumlah kamar hotel di Bali mencapai lebih dari 98.000 kamar.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan