Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
APTI Bali Tolak Diversifikasi Tembakau
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bali menolak arahan pemerintah untuk melakukan diversifikasi atau penggantian tanaman tembakau dengan tanaman lain, menyusul penerapan kebijakan peraturan pemerintah (PP) 109 tahun 2012 tentang Tembakau. APTI Bali menilai langkah diversifikasi menjadi tidak efektif karena belum tentu hasil tanaman pengganti akan diserap oleh industri atau pasar.
Ketua APTI Bali Putu Oka dalam keteranganya di Denpasar (17/1/2013) mengatakan penggantian tanaman tembakau dengan tanaman lainnya akan menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan karena hanya menyerap sedikit tenaga kerja. Selain itu hasil produksi dari tanaman pengganti belum tentu sama dengan hasil yang didapatkan saat menanam tembakau.
“Yang sangat merugikan kan pergantian tanaman, pengalihan tanaman itu, dari tembakau ke tanaman yang lain, akan sangat merugikan bagi petani, suatu contoh sekarang kalau menanam kedelai, berapa hari lapangan kerja itu terbuka, lalu berapa penyerapan tenaga, tidak banyak,” tegas Putu Oka.
Putu Oka menambahkan jika diversifikasi tetap dipaksakan maka permasalahan berikutnya adalah mencari tanaman yang cocok ditanam di lahan bekas lahan tembakau. Menurut rencana Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia akan melakukan gugatan hukum terhadap PP 109 tahun 2012.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan