Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perdagangan Penyu di Bali Berkedok Upacara Agama
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perdagangan penyu di Bali terjadi karena para pelaku sering menggunakan kedok keperluan upacara agama sebagai alasan. Kondisi ini merugikan bagi citra pariwisata Bali, apalagi penyu telah ditetapkan sebagai satwa langka dan dilindungi.
Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya dalam keteranganya di Renon (22/1/2013) berharap para pelaku perdagangan penyu tidak lagi menggunakan kedok upacara agama sebagai alasan untuk memperdagangkan penyu secara illegal. Mengingat penggunaan penyu untuk upacara agama harus melalui persetujuan dari desa adat dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Belum lagi penggunaan penyu untuk upacara agama juga hanya khusus untuk upacara besar yang kegiatannya dalam setahun hanya satu kali.
“Jadi sepanjang itu direkomendasikan oleh adat itu boleh, bisa saja mengambil di penangkaran , tetapi kalau itu perdagangan itu salah, harapan kita dari pihak kepolisian lebih intensif,” papar Made Arjaya. Made Arjaya berharap kepolisian bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang memperdagangkan penyu secara illegal dan menggunakan kedok upacara agama.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan