Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Ciduk Dua Spesialis Pencuri Sesari di Pura
BERITABALI.COM, TABANAN.
Polisi berhasil meringkus dua pemuda yakni KS (17) dan Putu Aditya (22) asal Desa Senganan, Kecamatan Penebel, saat asik menghitung uang hasil pencurian di sejumlah pura di Kecamatan Kediri.
Kedua tersangka diringkus di areal Parkir Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Kamis dini hari (7/2) . Polisi curiga dengan kedua tersangka yang menghitung uang receh dan uang kertas di waktu yang tidak wajar.
Ketika ditanya kedua pemuda itu mengakui sedang menghitung uang hasil kejahatan yang dilakukan di empat pura kawasan Desa Pandak Gede, Kediri. Pengakuan lebih lanjut, kedua pelaku akui telah beraksi di 18 pura kawasan Tabanan, Penebel dan Kediri.
Kanit Reskrim Polsek Kediri AKP I Ketut Umum Suteja seizin Kapolres membenarkan penangkapan pelaku pencurian uang sesari. AKP Ketut Umum menjelaskan pelaku diamankan oleh petugas berawal dari kecurigaan melihat motor bodong terparkir tanpa tuan di kawasan jalur menuju Tanah Lot.
Setelah dilakukan penelusuran ditemukan dua pemuda duduk di trotoar barat jalan di dekat Pos Polisi Tanah Lot. Saat ditanyai petugas, kedua pemuda asal Desa Senganan, Penebel, itu akhirnya mengaku usai menggasak kotak sesari di empat pura kawasan Desa Pandak Gede.
"Pelaku beraksi di empat pura, di antaranya Pura Prajapati, Puseh, Desa dan palinggih Ratu Nyoman Sakti di Desa Pandak Gede. Mereka menggasak sesari dengan jumlah total Rp 415 ribu, dalam bentuk uang receh dan uang kertas," terang Umum Suteja.
KS yang masih di bawah umur mengaku terpaksa mencuri karena malu masih minta uang ke orangtua. Uang hasil curian digunakan untuk beli nasi goreng. Rata-rata dalam beraksi dapat hasil Rp 20 ribu dan dibagi dua dengan rekannya, Putu Aditya.
KS yang asal Banjar Keridan, Desa Senganan yang hanya tamatan kelas 4 SD ini pun terancam batal kawin atas kasus yang kini menimpanya. Ia mengakui akan menggelar perkawinan bulan Maret 2013 nanti karena pacarnya sudah hamil 3 bulan. KS, akui telah beraksi di 18 TKP bersama Putu Aditya.
Sedangkan Putu Aditya (22) asal Banjar Senganan Kawan, Desa Senganan yang hanya tamatan SMP juga terpaksa mencuri. Sebab penghasilan sebagai buruh bangunan tak seberapa. Di samping malu minta uang ke orangtua. Dalam beraksi, Aditya berbekal satu obeng bengkok.
"Kadang saya yang ngajak, kadang dia (KS)," ungkap Aditya. Dalam beraksi dua pemuda ini mengaku tak pernah melakukan survey. Sambil jalan-jalan di tengah malam, jika melihat kotak sesari di jaba (luar) pura, maka mereka berhenti dan mencongkel kotak sesari pakai obeng yang disiapkan dari rumah. Mereka biasanya berangkat pukul 22.00 Wita. "Selain mengamankan dua pelaku, kita juga amankan uang sesari, satu motor dan satu obeng bengkok," jelas AKP Ketut Umum.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan