Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Demokrat Nilai Oknum Polisi Arogan Hajar Anggota Dewan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi di Klungkung terhadap anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman dinilai Partai Demokrat sangat arogan dan berlebihan. Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta menegaskan bahwa aksi brutal polisi yang bernama Sujana itu sangat ia sesalkan. Tindakan keji oknum polisi terhadap Ketua DPC Partai Demokrat DKI Jakarta Pusat, bagi Mudarta sangat mencoreng citra lembaga Polri.
"Tindakan oknum polisi itu berlebihan kewenanganya tidak digunakan secara baik itu hanya merusak citra kepolisian di Bali," ucap Mudarta, usai menghubungi korban, Rabu (20/2/2013). Menurut Mudarta, tindakan arogansi oknum polisi itu tidak menunjukkan sikap sebagai abdi negara yang digaji dari rakyat sehingga harusnya bisa melindungi rakyat sipil dan bukan sebaliknya.
Korban yang merupakan koleganya dipartai asuhan SBY itu berniat baik dan hendak menolong dengan menunjukkan kepeduliannya sebagai wakil rakyat saat melihat ada warga yang keberatan atas penahanan sepeda motor saat razia kendaraan digelar polisi.
Belakangan terungkap jika oknum polisi itu mengamankan motor warga dalam razia kendaraan bermotor karena pajak surat kendaraan milik warga itu sudah kadaluwarsa. Niat baik korban dengan menanyakan dasar hukum pasal-pasal yang dilanggar korban ternyata membuat oknum polisi itu tidak terima dan tersinggung lalu menendang korban hingga tersungkur dan terluka.
Politisi asal Jembrana ini mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas oknum polisi sesuai aturan hukum dengan memberikan sanksi. Mudarta tidak habis pikir, pelaku yang merupakan warga Bali itu melakukan aksi dan berperilaku seperti itu. Padahal selama ini, masyarakat Bali dikenal dengan sikap toleransi dan saling tolong menolong.
Terkait insiden yang menimpa rekannya, Mudarta mengaku pihaknya segera menyiapkan tim advokasi yang akan mendampingi korban agar proses hukum bisa berjalan cepat dan adil. Dari kasus ini, Mudarta berharap kegiatan razia kendaraan oleh kepolisian jangan dilakukan untuk mencari-cari kesalahan masyarakat.
Mudarta menjelaskan, korban hingga kini masih di Mapolda Bali untuk memberikan keterangan terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan