Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kisruh CPNS, DPRD Minta Polisi Periksa Kepala BKD
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kalangan DPRD Bali mengapresiasi langkah cepat Polda Bali mengusut kasus kisruh perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemprov Bali yang telah menetapkan dua staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali .
Meski begitu, anggota Komisi I DPRD Bali Made Sumiati berharap Polda Bali lebih berani dan bergerak cepat mengusut aktor intelektual di balik kasus itu. Srikandi asal Karangasem itu bahkan meminta Polda Bali agar segera memerika Kepala BKD Bali Ketut Rochineng selaku penangggung jawab perekrutan CPNS tersebut.
"Kepala BKD adalah atasan langsung dari dua staf yang dijadikan tersangka itu yang seharusnya tahu kinerja bawahannya. Karenanya Polda juga perlu memeriksa Kepala BKD. Masak bawahannya bekerja tidak ada tim di atas itu," ujarnya, Kamis (28/2/2013).
Sumiati meyakini pasti ada jenjang hirarki dalam kasus tersebut. Pasalnya, staf BKD melaksanakan tugas tidak mungkin tanpa koordinasi dan sepengetahuan atasannya. "Ada tim penerimaan CPNS yang anggotanya bukan hanya dari BKD, pasti ada jaringan lain dan kalau sudah ada dua tersangka dari staf BKD, sangat memungkinkan ada tersangka yang lain.
Karena ini kerja tim, dalam pengambilan suatu keputusan kelulusan pasti tim yang berbuat bukan satu dua orang," ucap Sumiati yakin. Sumiati juga berkeyakinan ada aktor intelektual di balik kasus CPNS itu. "Jelas pasti ada aktor intelektual karena ini tim yang bekerja. Di sana ada penasehat, koordinator. Itu yang perlu ditelusuri kembali. Untuk itulah kami mendorong Polda
Bali mengungkap siapa aktor intelektual di balik itu," tegas politisi PDIP itu. Sementara, Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya menyatakan dalam waktu dekat Komisi I akan berkoordinasi dengan Kepala BKD Bali. Langkah itu diambil pasca dua staf BKD ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kisruh CPNS di pemprov Bali. "Kami akan berkoordinasi dengan BKD Bali. Entah mengundang ke dewan atau bagaimana, yang jelas hal itu akan kami koordinasikan,"jelas Arjaya.
Arjaya mengaku sejak awal ia sudah getol dan sudah melakukan hearing dengan Kepala BKD Bali. Bahkan dirinya juga telah memberi data dan informasi ke Polda Bali. "Kasus ini sudah menjadi konsern kepolisian dan aktor inteletualnya harus diusut. Ke depan kami berharap penerimaan CPNS tidak dijadikan proyek pemerintah. Itu harus dilakukan dengan asas berkeadilan," pintanya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5909 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4632 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2596 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2241 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2211 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan