Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Wisatawan Asing Tumpah Ruah Saksikan Pawai Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ada yang berbeda tahun ini dalam pawai ogoh-ogoh di Kuta, Bali. Hal yang membedakan dalam pawai ogoh-ogoh di malam Pengerupukan menyambut Nyepi adalah setiap ogoh-ogoh yang di arak akan di nilai oleh wisatawan asing yang menonton.
Pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa dari kertas dan bambu ini diikuti oleh 13 peserta dari seluruh banjar yang ada di Kuta. Setiap peserta dari masing-masing banjar di Kuta menampilkan berbagai bentuk kreasi ogoh-ogoh yang melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat. Penilaian ogoh-ogoh oleh wisatawan asing dilakukan saat ogoh-ogoh berkumpul di garis start di sepanjang jalan Raya Kuta tepatnya di depan Pura Desa Kuta.
Pawai ogoh-ogoh secara massal dimulai sekitar jam 19.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Adapun rute pawai ogoh-ogoh di Kuta dimuulai dari Ground Zero Kuta menuju Jalan Raya Kuta, melewati Jalan Singosari lalu bergerak menuju Pantai Kuta, sebelum kembali ke Ground Zero Kuta.
Wisatawan asing bersama warga tampak tumpah ruah turun ke jalan untuk menyaksikan atraksi satu tahun sekali ini. Pawai ogoh-ogoh di Kuta yang menjadi pusat pariwisata ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Bali. Untuk menghindari kemacetan, pihak kepolisian dibantu pecalang atau satuan pengamanan adat setempat menutup Jalan Legian dan sebagian jalan Raya Kuta.
Dewa Gede Mayun selaku tokoh adat kuta menyampaikan bahwa pawai ogoh-ogoh di Kuta dengan pawai ogoh di Kota Denpasar dan daerah lainnya di Bali sangat berbeda. Jika sebelumnya, pawai ogoh-ogoh di Kuta di nilai panitia sebagai juri, namun kali ini akan di nilai tim juri yang berasal dari penonton khususnya wisatawan mancanegara.
Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini mengaku wisatawan asing yang menilai masing-masing mendapat kupon. Kupon yang sudah disebar berjumlah ratusan. "Setiap wisatawan asing yang menilai akan mendapat kupon dan memilih ogoh-ogoh yang mana di sukai," ujarnya, Senin (11/3/2013) malam.
Lebih jauh Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta ini menjelaskan pihak Desa Adat Kuta tidak mengeluarkan kriteria khusus untuk wisatawan asing yang memilih dan menilai. Setiap wisatawan asing memiliki hak yang sama untuk memilih dan ogoh-ogoh yang paling banyak disukai dan dipilih akan keluar sebagai pemenangnya. "Setiap wisatawan asing bebas menjadi juri untuk menilai ogoh-ogoh yang di arak asal mendapat kupon penilaian," tegas Mayun.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 796 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik