Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
WN Selandia Baru Diperdaya Mantan Istri
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ada-ada saja ulah Siti Komariah. Mantan istri warga negara New Zealand, Terrence Bazil Green, ini memalsukan identitas mantan suaminya demi bisa menguasai seluruh hartanya. Saat menjual rumah mewah tersebut, Siti Komariah menyebut jika suaminya itu sudah meninggal dunia. "Jual beli rumah itu jelas tidak wajar, orang masih hidup kok dibilang sudah meninggal," kata Terrence, Jumat (15/3/2013).
Rumah di atas lahan seluas 1.500 hektar dijual oleh mantan istrinya Siti Komariah kepada Widya Punama Dewi seharga R p5,3 miliar. Padahal, nilai tanah dan bangunan ditaksir mencapai Rp 20 miliar. "Itu dicatatkan dalam akta notaris I Gusti Ngurah Sapta Sanjaya dengan nomor 86/2012 tanggal 7 Mei 2012," jelas Terrence.
Sebelum rumahnya dijual, Terrence dideportasi atas laporan Siti Komariah. Saat itulah, Siti Komariah menjual rumah mewah milik Terrence. "Saat kembali ke Indonesia saya ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena memasuki rumah saya sendiri. Saya dilaporkan atas tindak perusakan oleh Siti Komariah. Sampai-sampai istri saya yang sedang hamil juga ditahan. Anak saya dalam kandungan meninggal di dalam tahanan," jelas Terrence.
Kuasa hukum Terrence, Krist Devi menjelaskan, Siti Komariah dan Terrence menikah secara siri. Dari hasil pernikahannya ia memiliki tiga orang anak. Saat menikah, keduanya sudah membuat perjanjian bersama secara tertulis agar harta gono gini dibagi antara keduanya. "Ini itikad baik Terrence sebagai warga asing yang tak bisa memiliki hak kepemilikan di Indonesia," imbuh Krist.
Sementara kuasa hukum Widya Punama Dewi, Gede Erlangga Gautama menjelaskan, kliennya yang disebut-sebut anak mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi sama sekali tak mengetahui konflik keluarga tersebut. "Prinsipnya kami ini pembeli dengan itikad yang baik. Kami sudah periksa segala kelengkapan surat-surat, sudah mengecek ke BPN dan sebagainya dinyatakan tak ada masalah," ungkap Erlangga. Erlangga menyerahkan sepenuhnya sengketa kasus ini kepada Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
"Sebagai tergugat II, kami akan tunduk pada keputusan yang diambil PN Denpasar," kata Erlangga. Siang tadi, materi gugatan sengketa kasus ini memasuki sidang lapangan untuk memastikan obyek sengketa. Tinjau lapangan itu dipimpin Ketua Majelis John Tony Hutauruk.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun