Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Tradisi Mesuryak Tetap Semarak
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sepuluh hari setelah perayaan hari raya Galungan, masyarakat Hindu di Bali merayakan hari Raya Kuningan. Beberapa tradisi unik masih dilestarikan oleh masyarakat, khususnya bagi warga masyarakat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Setiap enam bulan sekali setiap hari raya Kuningan, warga setempat menggelar tradisi mesuryak. Tadisi yang bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke sorga tersebut kembali digelar pada hari Raya Kuningan, Sabtu (6/4).
Prosesi mesuryak dimulai sekitar pukul 09.00 Wita sampai pukul 11.00. Diawali dengan persembahyangan mulai dari rumah masing-masing warga, kemudian dilanjutkan di merajan (Pura Keluarga Besar), dan Pura Khayangan Tiga. Setelah prosesi ini usai, Trasisi mesuryak pun dimulai.
Seluruh keluarga besar melangsungkan persembahyangan di meraja memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, begitu juga kepada para leluhur yang berada di rumah sejak hari raya Galungan hingga Kuningan.
Prosesi mesuryak kemudian dilanjutkan dengan membawa segala perlengkapan upacara seperti banten dan sesajen ke depan pintu masuk rumah masing-masing. Selanjutnya para pemangku atau yang dituakan melantunkan doa-doa yang ditutup dengan mesuryak. Masing-masing keluarga memberikan bekal berupa uang logam mapun kertas.
Uang tersebut dilemparkan ke udara kemudian disambut warga lainya. Laki perempuan anak-anak berebut saling dorong mendapatkan uang. Suasana gembira suka cita pun membahana. Kelihan Adat Banjar Pakraman Bongan Gede I Made Wardana, yang ditemui disela-sela pelaksanaan tradisi mesuryak pada Hari Raya Kuningan Sabtu, (6/4) mengatakan tradisi mesuryak merupakan tradisi turun temurun yang ada di banjar-nya. "Mesuryak bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke sorga. Kami antar dengan suka cita bergembira dengan bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang diperebutkan banyak orang," tandasnya. Besarnya uang yang digunakan dalam mesuryak bervariasi tergantung kemampuan ekonomi warga.
Tradisi ini ada secara turun-temurun itu tetap dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. “Tradisi ini sudah ada sejak lama, kami pun tidak tahu kapan pastinya tradisi ini dimulai,” tandasnya. Yang jelas mesuyrak tetap digelar setiap hari Raya Kuningan.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 754 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 475 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik