Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Remaja Jembrana Tolak Penghapusan Bahasa Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aksi untuk menentang penghapusan muatan lokal Bahasa Bali dalam kurikulum 2013 dari aksi solidaritas remaja Kabupaten Jembrana berlangsung Minggu (7/4/2013).
Aksi tersebut digelar di depan kantor Bupati Jembrana dengan pengawalan ketat petugas Kepolisian dan Satpol PP Jembrana. Aksi damai yang melibatkan kurang lebih 70 remaja baik siswa, mahasiswa dan STT sekabupaten Jembrana melakukan orasinya dengan menampilan adegan lawak dengan sindiran penghapusan muatan lokal bahasa bali menjadi satu dengan seni budaya.
Mereka menuding jika pemerintah pusat pilih kasih terhadap bahasa daerah. "Kenapa hanya bahasa Jawa dan Sunda yang masih masuk kurikulum tersendiri, sedangkan bahasa Bali dijadikan satu dengan Seni dan Budaya," ungkap Gusti Komang Heriawan selaku Koordinator aksi.
Komang Heriawan juga menambahkan jika Bahasa Bali merupakan bahasa Ibu dan merupakan bagian dari kasanah budaya Bali dan satu kesatuan dalam peradaban budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam, namun kenapa mesti dikeluarkan dari kurikulum. Jika dihapuskannya bahasa Bali pada kurikulum 2013, maka korbannya kita-kita yang menjadi generasi penerus yang tidak akan memahami budaya daerahnya sendiri. Selain itu para guru bahasa Bali akan kehilangan pekerjaan mereka.
Aksi solidaritas ini mendapatkan respon postif dari Pemkab Jembrana. Melalui Asisten 1 pemkab Jembrana Made Sudiada, pemerintah kabupaten jembrana siap mendukung apa yang diinginkan Remaja Pencinta Bahasa Bali ini, melalu Dinas Pendidikan,Olahraga dan Kebudayaan aspirasi ini akan dikawal ke Propinsi untuk dilanjutkan ke Pusat.
"Kami dari Pemkab Jembrana sangat mendukung apa yang diinginkan para remaja ini, pihaknya bersama DPRD Jembrana akan mengawal dan berjuang ke Propinsi agar keputusan pemerintah pusat bisa dirubah," ungkap Made Sudiada. Sementara anggota DPRD dari fraksi PDIP Suheng Kusumayasa menunjukan rasa dukungannya kepada aksi ini, dia menyoroti sikap wakil rakyat kita di DPR RI yang seakan akan tutup mata dengan persoalan ini. "Buat apa kita punya wakil rakyat, tapi tidak mau memperjuangkan bahasa bali agar dipertahankan," tegas Suheng.
Dengan digelarnya aksi ini diharapakan pemerintah pusat dapat membuat kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif serta tetap mempertahankan adanya budaya daerah Bali dan bahasa daerah Bali yang juga kekayaan bangsa demi terbinanya Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 949 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 779 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 598 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 556 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik