Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Remaja Jembrana Tolak Penghapusan Bahasa Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aksi untuk menentang penghapusan muatan lokal Bahasa Bali dalam kurikulum 2013 dari aksi solidaritas remaja Kabupaten Jembrana berlangsung Minggu (7/4/2013).
Aksi tersebut digelar di depan kantor Bupati Jembrana dengan pengawalan ketat petugas Kepolisian dan Satpol PP Jembrana. Aksi damai yang melibatkan kurang lebih 70 remaja baik siswa, mahasiswa dan STT sekabupaten Jembrana melakukan orasinya dengan menampilan adegan lawak dengan sindiran penghapusan muatan lokal bahasa bali menjadi satu dengan seni budaya.
Mereka menuding jika pemerintah pusat pilih kasih terhadap bahasa daerah. "Kenapa hanya bahasa Jawa dan Sunda yang masih masuk kurikulum tersendiri, sedangkan bahasa Bali dijadikan satu dengan Seni dan Budaya," ungkap Gusti Komang Heriawan selaku Koordinator aksi.
Komang Heriawan juga menambahkan jika Bahasa Bali merupakan bahasa Ibu dan merupakan bagian dari kasanah budaya Bali dan satu kesatuan dalam peradaban budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam, namun kenapa mesti dikeluarkan dari kurikulum. Jika dihapuskannya bahasa Bali pada kurikulum 2013, maka korbannya kita-kita yang menjadi generasi penerus yang tidak akan memahami budaya daerahnya sendiri. Selain itu para guru bahasa Bali akan kehilangan pekerjaan mereka.
Aksi solidaritas ini mendapatkan respon postif dari Pemkab Jembrana. Melalui Asisten 1 pemkab Jembrana Made Sudiada, pemerintah kabupaten jembrana siap mendukung apa yang diinginkan Remaja Pencinta Bahasa Bali ini, melalu Dinas Pendidikan,Olahraga dan Kebudayaan aspirasi ini akan dikawal ke Propinsi untuk dilanjutkan ke Pusat.
"Kami dari Pemkab Jembrana sangat mendukung apa yang diinginkan para remaja ini, pihaknya bersama DPRD Jembrana akan mengawal dan berjuang ke Propinsi agar keputusan pemerintah pusat bisa dirubah," ungkap Made Sudiada. Sementara anggota DPRD dari fraksi PDIP Suheng Kusumayasa menunjukan rasa dukungannya kepada aksi ini, dia menyoroti sikap wakil rakyat kita di DPR RI yang seakan akan tutup mata dengan persoalan ini. "Buat apa kita punya wakil rakyat, tapi tidak mau memperjuangkan bahasa bali agar dipertahankan," tegas Suheng.
Dengan digelarnya aksi ini diharapakan pemerintah pusat dapat membuat kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif serta tetap mempertahankan adanya budaya daerah Bali dan bahasa daerah Bali yang juga kekayaan bangsa demi terbinanya Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 298 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 232 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 213 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 194 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 192 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar