Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hidup Menumpang, Pasangan Jompo Sakit-Sakitan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Hidup Pekak Santia (56) sungguh sangat memprihatinkan, bersama istrinya Ketut Tini (50) yang kini hidup menumpang di Banjar Baler Bale Agung Kelurahan Baler Bale Agung, Negara hanya bisa terbaring lemah di bale bale dalam kamarnya yang jauh dari layak dan penuh barang-barang di dalamnya.
Pakek Sintia ditemani istrinya mengaku sudah 10 tahun menumpang di rumah kelahiran Ketut Tini di BB Agung. “Sebelumnya kami ngekos dan selalu berpindah-pindah,sejaksepu luh tahun ini kami ditampung di sini oleh adik saya,”kata Ketut Tini.
Sebelum sakit,Pekak Sintia bekerja serabutan dan masih bisa menghidupi keluarganya,namun kini sejak sakit parah Sintia hanya bisa terbaring lemah karena tidak bisa berjalan. Sintia sejak awal tahun 2013 lalu kakinya tertusuk paku dan mengalami komplikasi kencing manis sehingga kakinya membengkak.
“Kadang kami pergi ke Puskesmas namun sejak membengkak dan bernanah kami karena tidak punya biaya ke rumah sakit,sehingga diobati sendiri saja,kalau punya uang kami beli infus untuk membersihkan lukanya,kadang adik saya yang belikan,” kata Ketut Tini.
Karena hidup menumpang,Tini mengaku mereka serba malu.”Kami sering minta dan meminjam,kami sampai malu,karena saking malunya terpaksa kami tahan lapar,kalau dapat minta beras atau dikasi sama anak saya baru masak,”kata Tini sambil menunjukkan nasi basinya dan ketika wartawan melihat juga nasi yang dimakan tidak layak.
Menurut Tini mereka sampai saat ini belum menerima bantuan beras miskin.
Pasangan lanjut usia ini mengaku asalnya dari Poh Santen,Mendoyo. Entah kenapa mereka tidak diterima oleh keluarganya di Poh Santen sehingga mereka harus mengungsi dan hidup nomaden.”Kami punya anak satu orang,perempuan sudah menikah namun dia juga sekarang hidupnya kekurangan sehingga kami tidak ingin membebaninya,”jelasnya.
Melihat kondisi tersebut Kepala Dinas Kesehatan dr Putu Suasta juga meminta pihak Puskesmas Kaliakah mengirim ambulan untuk menjemput Sintia untuk dirawat di RSU Negara. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun