Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Janji Pastika Soal Gerbang Sadu Dinilai Pencitraan Politik

Denpasar

Sabtu, 27 April 2013, 10:45 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menawarkan 100 program Gerbang Sadu saat bertemu dengan 100 kepala desa se-Bali Jumat (26/4/2013). Rencana pemberian 100 program Gerbang Sadu itu dipertanyakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta.

Menurut Parta, berdasarkan kesepakatan dengan Bappeda, untuk tahun ini program itu justru ditiadakan.

"Kami mendukung program itu. Hanya, kesepakatan kita dengan Bappeda, dalam tahun ini program itu tidak ada, karena kita mau evaluasi dulu 78 desa yang sudah ada program Gerbang Sadu," ujar Parta di Gedung DPRD Bali, Sabtu (27/4/2013).

Evaluasi ini, kata Parta untuk mengetahui apakah program tersebut memberikan dampak positif dan berjalan dengan baik. Menurut Parta program tersebut belum pernah dibahas dengan DPRD dan anggaran perubahan itu belum berproses.

"Itu belum kita dapatkan evaluasinya. Tiba-tiba gubernur sudah menjanjikan 100 desa lagi. Kami menganggap ini tidak memenuhi norma etik hubungan antarlembaga," imbuhnya.

Berdasarkan data diperoleh, Parta mengaku ada desa yang perlu diperdebatkan apakah desa itu pantas atau tidak menerima program fantastis tersebut.

Pasalnya, ada beberapa hal yang masih debatabel, utamanya soal indikator desa yang layak menerima program itu. Dalam program tersebut, desa yang layak menerima program Gerbang Sadu apabila tingkat kemiskinannya mencapai 35 persen.

"Kalau pendekatannya prosentase kemiskinan pasti tidak adil. Kemiskinan di sebuah desa dengan KK yang kecil, misalnya 300 KK, dengan prosentase 35 persen maka tidak lebih dari 100 KK yang dapat. Sementara desa dengan 2.000 KK dengan prosentase kemiskinannya 500 KK tidak dapat, karena tingkat kemiskinannya hanya 20 persen. Ini tidak tepat sasaran. Pola dan kriterianya harus diubah," harapnya.

Parta menduga jika janji Pastika itu berkaitan erat dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali. Pasalnya, Made Mangku Pastika merupakan calon incumbent yang maju kembali diusung koalisi Golkar-Demokrat dan tujuh partai lainnya.

"Tidak bisa dihindari ini pencitraan politik. Boleh saja berjanji, tapi dibicarakan dulu karena ini terkait anggaran. Bagaimana kalau anggaran tidak ada? Bagaimana kalau menurut dewan ada desa lain yang lebih layak dari 100 desa yang dijanjikan Pastika?," jelas Parta.

Parta meminta kepada desa penerima 100 bantuan yang dijanjikan Pastika agar tidak buru-buru menyosialisasikan program tersebut.

"Belum boleh sepenuhnya menyosialisasikan itu, karena masih ada persoalan. Masih ada masalah pada kriteria dan penganggaran," pintanya.

Parta juga meminta agar rapat penyusunan program Gerbang Sadu harus jelas terlebih dahulu terkait kegiatan dan kriterianya. Sebabnya, hal ini berkaitan dengan distribusi anggaran sebesar Rp 100 miliar.

Ia berharap, Pastika memikirkannya lebih matang dan jangan sampai hal itu nantinya justru menyusahkan sehingga programnya bisa berjalan dengan baik dan bisa terealisasi di 2013.  

"Ada 20 sampai 30 proposal. Tidak mungkin dalam waktu yang pendek dalam anggaran perubahan ini kepanitiaan bisa terbentuk. Kita mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp 100 miliar," tegasnya. (Dws)

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami