Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pasti Kerta Tampil Meyakinkan Di Sidang Paripurna DPRD
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Mangku Pastika saat menyampaikan visi dan misinya sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Bali 2013-2018 merasa tergelitik dengan pernyataan kandidat nomor 1, AA Puspayoga, yang dalam pemaparan sebelumnya menyebut soal pemerintah provinsi Bali lebih memilih menyimpan uang di BPD Bali, dari pada menggunakan untuk pembangunan.
Mangku Pastika yang didampingi calon wakil gubernur Ketut Sudikerta, Minggu, 28 April 2013, dalam sidang paripurna istimewa di Gedung DPRD Bali, menjelaskan bahwa uang yang didepositokan tersebut sudah ada pos-posnya masing masing dan sesuai dengan RAPBD.
“Ini disusun pemerintah dengan persetujuan anggota dewan yang terhormat. Jadi itu bukan uang nganggur, semua sudah adanya posnya, rupiahnya juga ada. Setahun kita dapat bunga 5.2 miliar.”
Mengklarifikasi tentang Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Mangku Pastika, mengingatkan lagi bahwa AA Puspayoga selaku wakil gubernur sempat menemuinya dan bilang tidak berani bikin JKBM, “Maaf, saya tidak bermaksud apa apa. Ini saya hanya menyampaikan fakta,” ujar Mangku Pastika yang kini telah memiliki akun twitter @mangku_pastika
Bali Mandara Jilid 2
Mangku Pastika dalam pemaparan awal menyebutkan Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat hasil-hasil pembangunan daerah Bali 4 tahun terakhir, telah menunjukkan kemajuan, dengan indikator, pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dari 1,51 triliun pada tahun 2008, menjadi 4,19 pada tahun 2013. Kedua Angka kemiskinan dari 6,17% tahun 2008, kita sudah mampu tekan menjadi 3,95% pada tahun 2012 (terbaik kedua nasional, setelah Provinsi DKI Jakarta). Ketiga Angka Pengangguran dari 3,31% tahun 2008, menurun menjadi 2,04% tahun 2012 (terbaik nasional). Keempat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Bali, sejak tahun 2010, kita mampu berada di atas rata-rata nasional. Dari 70,98 tahun 2008, menjadi 72,84 tahun 2011. Dan Kelima adalah Pertumbuhan Ekonomi tahun 2011: 6,49%, dan tahun 2012: 6,65%.
“Untuk itu, apabila Saya kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Bali dalam Periode 2013-2018, Saya akan melanjutkan pengabdian dan perjuangan dengan berpedoman pada keberhasilan dan kekurangan pada realisasi program-program pembangunan lima tahun yang telah berjalan.”
Berpijak pada kajian dan analisis isu-isu strategis pembangunan daerah, yang meliputi Isu Strategis Internal yaitu kekuatan dan kelemahan, serta Isu Strategis Eksternal yaitu peluang dan tantangan, kami kemudian merumuskan visi dan misi pembangunan daerah. “Visi kami dalam memimpin Bali lima tahun ke depan adalah, Terwujudnya Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera (Bali Mandara).
Bali Maju adalah Bali yang dinamis, Bali yang terus bergerak menurut dinamika pergerakan dan perkembangan dunia. Bali yang senatiasa bergerak dan maju dengan tetap menjunjung kesucian dan keikhlasan demi tegaknya dharma. Bali yang maju adalah Bali yang harus tetap “metaksu”, yang senantiasa meningkatkan kualitas dirinya sebagai daerah tujuan wisata yang handal, berkharisma dan religius. Bali yang maju adalah Bali yang modern menurut ukuran dan tuntutan nilai-nilai universal yang tidak menyimpang dan/atau bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu (Bali) serta adat istiadat Bali. Kemodernan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan peradaban sebagai masyarakat yang berada di perkampungan dunia yang terbuka.
Bali Aman adalah Bali yang “dabdab” teratur sekala-niskala. Bali yang memiliki keseimbangan antara korelasi kebutuhan hubungan antar manusia dengan manusia lainnya, hubungan manusia dengan alam lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhan-nya sejalan dengan konsep Tri Hita Karana. Bali yang aman adalah Bali yang terhindar dari ancaman intervensi virus-virus ideologi yang bertentangan dengan Tri Hita Karana, seperti: terorisme, anarkhisme, dan virus non-traditional threat lainnya yang mewarnai jaman Kali.
Bali Damai adalah Bali yang diselimuti atmosfir kesejukan lahir bathin, serta selalu dalam kondisi “tis” dan kondusif. Bali Damai adalah Bali yang menggambarkan adanya komunitas masyarakat Bali, baik di perkotaan maupun pelosok perdesaan yang kental dengan suasana “briyag-briyug, pakedek pakenyem”.
“ Hal tersebut sebagai indikator optimisme masyarakat dalam menatap masa depan yang menjanjikan. Bali Sejahtera adalah Bali yang Sukerta Sekala Niskala, sebagai akumulasi diperolehnya kemajuan, keamanan, dan kedamaian.”
Visi tersebut kemudian kami jabarkan ke dalam tiga Misi, yaitu: Pertama; Mewujudkan Bali yang Berbudaya, Metaksu, Dinamis, Maju, dan Modern. Kedua; Mewujudkan Bali yang Aman, Damai, Tertib, Harmonis, serta Bebas dari berbagai Ancaman, dan Ketiga; Mewujudkan Bali yang Sejahtera dan Sukerta Lahir Bathin.
“Untuk mewujudkan Visi-Misi tersebut, kebijakan yang akan kami jalankan berpedoman pada, Pancasila, sebagai ideologi negara, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, Local values, atau nilai-nilai kearifan lokal yang adiluhung.”
Sementara Strategi Pembangunan yang akan diterapkan adalah, Melanjutkan dan memperkuat program Bali Mandara Jilid I, periode 2008-2013, Melaksanakan pembangunan secara bertahap, berjenjang dan berkelanjutan, Mewujudkan pemerataan pembangunan antar wilayah dan sinergitas antar sektor, dengan prioritas pada daerah-daerah yang belum berkembang.
Prinsip Dasar
Menurut Mangku Pastika ada dua prinsip dasar pembangunan yang menjadi perhatian PASTIKERTA, yaitu mengenali dan memahami potensi wilayah Bali, dan untuk kemudian merumuskan manajemen pembangunan daerah yang pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment, dengan tetap berpijak pada filosofi Tri Hita Karana.
Atas dasar tersebut, kata Mangku Pastika, telah dirumuskan program pada seluruh bidang kehidupan masyarakat, dengan beberapa program unggulan seperti: Memperluas dan memperdalam kualitas program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Meningkatkan kuantitas dan kualitas program Gerbangsadu Mandara, Meningkatkan kuantitas dan kualitas program Simantri, Meningkatkan kuantitas dan kualitas program Bedah Rumah.
Menuntaskan Program Wajib Belajar 12 Tahun, meningkatkan kuantitas dan kualitas program Bali Clean and Green, meningkatkan kuantitas dan kualitas Jaminan Kredit Daerah Bali Mandara, menguatkan Program keamanan Bali Mandara, dan mengoptimalisasikan Coorporate Social Responsibility (CSR).
“Sementara program aksi lain yang menyentuh seluruhnya 12 bidang kehidupan masyarakat, yang kemudian kami sebut sebagai PROGRAM BALI MANDARA JILID 2, meliputi, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Kerakyatan Dan Ketenagakerjaan, Sosial, Seni Budaya dan Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga,
Lingkungan dan Pertanian, Pemberdayaan Perempuan, Infrastruktur, Perekonomian, Demokrasi dan HAM, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.”
Program-program tersebut pada dasarnya kata Mangku yang datang dengan pakaian adat putih-putih bersama pasangannya Ketut Sudikerta, adalah program yang terpadu, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara sinergis.
“Kami menyadari, untuk dapat merealisasikannya sangat dibutuhkan komitmen, kesungguhan, kerja keras, ketegasan, dan dibarengi kerjasama seluruh komponen masyarakat Bali, jajaran Pemerintah Daerah, maupun pihak swasta. Karena program “Bali Mandara” pada hakikatnya adalah program pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, partisipatif, dan merata bagi seluruh masyarakat Bali yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali, sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.” (adv)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang