Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Bali Harus Evaluasi Pengembangan Pariwisata Massal
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali merekomendasikan kepada pemerintah provinsi Bali untuk mengevaluasi pengembangan pariwisata masal. Sebab konsep pariwisata masal yang dikembangkan selama ini hanya selalu berpatokan pada peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung dan bukan pada kualitas wisatawan.
Anggota Dewan Penasehat GIPI Bali Ida Bagus Sidartha Putra dalam keteranganya di Renon mengatakan pengembangan konsep pariwisata masal selama ini hanya menyebabkan Bali menjadi destinasi murah. Apalagi pengembangan pariwisata masal selama ini tidak memperhitungan daya dukung dan daya tamping Bali sebagai pulau yang kecil.
“bagi saya ingat, Bali ini pulau, berapa kapasitas Bali ini untuk menerima orang , kan harus dikembalikan ke deman-suplly, rumah anda itu Cuma 4 kamar, sekarang kalau datangkan banyak tamu, apa nyaman dan kendala terbesar kita adalah mass tourism yang ditargetkan oleh pemerintah hanya jumlah kunjungan bukan kualitas,” ujar Ida Bagus Sidartha Putra.
Ida Bagus Sidartha Putra menyampaikan sudah saatnya Bali mengembangkan pariwisata berkulitas sehingga pariwisata Bali menjadi pariwisara berkelas. Seperti dengan pengembangan paket wisata spiritual dan paket wisata lainnya yang sesuai dengan konsep budaya Bali.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2082 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1007 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun