Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Mengolah Usus Babi Jadi Urutan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Daging babi tak asing dalam kuliner khas Bali, dalam upacara keagamaan, hampir selalu menyuguhkan olahan satu ini yang merupakan berasal dari jenis ternak yang tergolong pemalas.
Dalam setiap satu ekor babi, hampir semua organ yang ada dalam tubuh bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama kuliner yang menggugah selera. Salah satu bagian babi yang tentunya dapat menghasilkan nilai ekonomi adalah organ usus. Organ ini dapat diolah menjadi lauk yang disebut Urutan.
Urutan umumnya berbentuk memanjang dengan tekstur kasar, berwarna coklat kehitaman. Apabila berkunjung ke sebuah warung kuliner khas bali, lauk satu ini akan selalu hadir diantara olahan babi yang lainnya. Salah satu penjual, getor memajang olahan urutan yang memiliki kandungan gizi ini adalah Ibu Kusuma, pemilik Warung Kusuma Dewi, di kawasan pasar Senggol, Kreneng.
Dalam tiap satu ekor babi yang bobotnya 100 kilogram, ia dapat menghasilkan 15 kilogram olahan Urutan yang panjangnya bisa satu setengah meter. Urutan akan dibentuk sedemikian rupa, untuk bagian dalam urutan adalah potongan dari daging atau lemak.
Potongan – potongan tersebut dibumbui dengan ” base gede “ atau bumbu kaya rempah. Semua campuran ini akan dimasukkan kedalam usus babi yang merupakan bagian terluar dari urutan.
Proses selanjutnya, memasukkan campuran daging dan lemak yang sudah bercampur bumbu ke dalam organ usus yang ujungnya telah diikat dengan tali. Hal ini dilakukan sampai merata, hingga terisi penuh.
“ Membuat urutan, yang paling lama itu adalah proses pengisian. Karena harus hati – hati agar usus tidak robek “, ujar Kusuma.
Tingginya permintaan pasar akan sebuah kuliner satu ini membuat proses pematangan dilakukan secara singkat, yakni digoreng. Padahal, urutan yang tergolong baik adalah dikeringkan dibawah sinar matahari dengan cara digantung.
Hal ini dilakukan agar urutan rasanya jauh lebih enak dibandingkan dengan yang digoreng. Kendati demikian, permintaan akan urutan tetap tinggi di dalam tiap sajian kuliner khas Bali. Urutan biasanya disajikan ntuk dalam terpotong - potong sebagai peneman lauk lainnya.
Dalam satu lilit urutan, Kusuma menjual seharga Rp 120 ribu per kilogram.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8095 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5664 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan