Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Keluhkan Jalan Underpass Dewa Ruci Bergelombang
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Belum lagi diresmikan, jalan underpass (bawah tanah) Dewa Ruci sudah dikeluhkan warga. Warga mengeluh pengerjaan jalan tersebut tidak memuaskan karena jalan tersebut bergelombang.
Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga, Made Sukarja (37). Wayan merupakan warga Denpasar yang bekerja di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua. Setiap hari ia melintasi jalan yang baru rampung dibuat tersebut.
"Saat melintasi jalan tersebut dengan menggunakan mobil, saya merasakan betul jalan beton tersebut seperti bergelombang. Beda dengan jalan beton di by pass Mantra, betul-betul bergelombang,"ujar Wayan.
Wayan menyayangkan proyek underpass yang menelan biaya Rp 100 milyar lebih itu dibuat asal-asalan. Selain jalan yang bergelombang, tepian jalan underpass juga bergelombang.
"Tepinya kayak ular, meliuk-liuk, bergelombang. Tamannya juga jelek. Ini proyek ratusan milyar kok pengerjaannya kayak gini,"ujarnya.
"Jika jalan dibuat dengan kualitas jelek dan sampai bergelombang begitu, pasti akan berpengaruh pada umur jalan dan tentu berpengaruh juga pada keselamatan pengguna jalan," imbuh pria asal Karangasem ini.
Hal senada juga disampaikan pengguna jalan lainnya, Ketut Wirata. Ketut yang berprofesi sebagai supir taksi ini juga merasakan hal yang serupa, dimana jalan underpass tersebut terasa bergelombang saat dilewati.
"Saya senang ada jalan underpass sebagai solusi mengatasi kemaccetan, tapi ini kok kayaknya dibuat dengan kualitas yang kurang bagus, ini kan uang rakyat, kok jalannya sampai bergelombang begini,"ujar pria dari Denpasar ini.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen "Underpass" Simpang Dewa Ruci Hendro Satrio saat dikonfirmasi wartawan di Denpasar Selasa (28/5/2013) mengakui kondisi jalan underpass memang bergelombang. Ia mengatakan jalan underpass tersebut sudah menjalani uji coba.
"Sudah dilakukan uji coba. Terkait adanya keluhan dari warga masyarakat, kami akan kaji kembali. Saat ini sedang dilakukan penyempurnaan," jelasnya saat dikonfirmasi lewat telepon.
"Sebelum proyek underpass itu diserahkan kepada pemerintah, tim inspeksi jalan akan melakukan kajian, dari hasil tersebut kita akan menindaklanjuti jika ada yang harus diperbaiki. Kami berharap awal bulan Juni hasil dari tim inspeksi jalan sudah keluar," imbuhnya.
Sebelum dibangun jalan bawah tanah itu, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) VIII Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan studi kelayakan "underpass" pada tahun 2007.
Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan Detail Engineering Design (DED) yang telah beberapa kali mengalami perubahan, yaitu tahun 2008 dan 2010.
Proyek "underpass" dibangun PT Adhi Karya Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp136,19 miliar. Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan "underpass" adalah seluas 0,744 hektare.
Selain untuk mengatasi persoalan kemacetan di sekitar wilayah simpang Dewa Ruci, Kuta, keberadaan "underpass" diharapkan dapat mendukung pelaksanaan KTT APEC di Nusa Dua pada bulan Oktober 2013 dan AFTA tahun 2015.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun