Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Dosen dan Mahasiswa Prihatin dengan Kasus Hukum IHDN
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kalangan dosen dan mahasiswa kampus Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mengaku prihatin dengan kasus hukum yang menimpa Rektor IHDN prof. Made Titib dan Pembantu Rektor II, DR. Praptini. Kedua pejabat IHDN ini dinilai sudah banyak berjasa melakukan perubahan di kampus Hindu negeri tersebut menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
Keprihatinan ini disampaikan perwakilan dosen dan mahasiswa yakni Prof. Nengah Duija, DR. Gede Suwindia, Komang Indra Wirawan, dan Komang Suartika.
Prof. Nengah Duija yang saat ini menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana IHDN menyatakan, di bawah kepemimpinan Prof. Made Titib (2009-2013), kampus IHDN Denpasar mengalami banyak kemajuan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada era kepemimpinannya, Prof. Made Titib banyak melakukan pembenahan baik di bidang infrastruktur pembelajaran, sarana prasarana, materi ajar, SDM dan berbagai hal lainnya.
"Di bawah kepemimpinan pak Titib, ada banyak peningkatan, banyak dibangun insfrastruktur, kelas yang tidak ada LCD dan AC, semuanya sudah diperbaiki. Jadi apa yang dilakukan sudah nyata ada. Ini sebagai sebuah jawaban, bahwa beliau sudah bekerja degan baik,"ujarnya, (27/6/2013).
IHDN Denpasar di bawah kepemimpinan prof. Titib, juga telah berhasil membangun jaringan IT sehingga kini bisa mengakses nomor induk dosen nasional secara online. Pengembangan program studi juga terus dilakukan, dimana dalam kurun waktu 2010 hingga 2012 sudah berhasil melahirkan dua prodi.
" 2010 kita mendapat ijin penyelenggaraan program doktor ilmu agama, ini satu satunya di Indonesia. Nantinya akan dikembangkan menjadi Hindu Studies. Ada puluhan konsentrasi. Ini adalah buah prestasi yang diperoleh dalam kepemimpinan pak Titib,"ujarnya.
Selain adanya program doktor ilmu agama, IHDN juga memiliki Magister Bahasa Bali.
"Berkat kerja keras pimpinan, kita sudah memiliki S 2 Bahasa Bali. Unud yang miliki prodi Bahasa Bali sejak tahun 1950-an, malah belum memiliki S 2 bahasa Bali. Semua prodi di IHDN sudah terakreditasi,"ujarnya.
Selain perbaikan sarana prasarana kampus, IHDN juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai kampus perguruan tinggi dalam negeri seperti UGM, UNS, IKIP PGRI Semarang, UIN Sunan Kalijaga, dan berbagai perguruan tinggi negeri lainnya. Selain dengan kampus ternama di Indonesia, kerjasama juga dilakukan dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri seperti Tokyo University, Michigan University, berbagai perguruan tinggi di India, Singapura, dan di beberapa negara lainnya.
Sementara Komang Suartika yang kini masih kuliah S 2 di IHDN Denpasar mengaku banyak kemajuan yang diperoleh IHDN Denpasar saat ini dibanding sebelumnya.
"Saya gabung IHDN tahun 2005, waktu itu infrastrukturnya sangt minin, dulu gedung IHDN Denpasar seperti SD Inpres. Setelah kepemimpinan Pak Titib dan Bu Praptini, pembangunan IHDN maju pesat, kini sudah ada lab bahasa. Jadi tudingan miring yang dialamatkan kepada mereka aneh, bukti nyata sudah ada, kok malah dituduh macam-macam. Banyak sekali kemajuan kampus IHDN di bawah pak Titib,"ujar Komang.
Prof. Nengah Duija menambahkan, pihaknya berharap IHDN kedepan semakin maju dan bisa menjadi sebuah universitas.
"Semua pihak harus ikut serta membangun IHDN, karena kita ingin membangun sebuah peradaban Hindu di Bali. Kita ingin membangun sebuah kampus Hindu yang nantinya akan menjadi pusat peradaban Hindu dunia. Kampus IHDN ini milik semua umat Hindu, jadi mari kita jaga dan bangun bersama-sama,"tegasnya.
Rektor IHDN, Prof. Made Titib, saat ini masih sebagai saksi, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang di lingkungan kampus IHDN. Kasus ini hingga kini masih bergulir dan sudah ada satu orang tersangka berinisial PR. (dev)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang