Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ditipu Oknum Cargo Bandara, Keluarga Korban Ngamuk

denpasar

Sabtu, 29 Juni 2013, 16:29 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Amarah keluarga almarhum Umar Ola Ratuloly yang meninggal di makassar dua  hari lalu tak terbendung sehingga mereka mengamuk karena merasa ditipu oknum cargo Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat yang dijadwalkan membawa jenasah anggota keluarganya yang dijanjikan hari ini justru gagal berangkat ke Ende Nusa Tenggara Timur.

Rahman Sabonama selaku perwakilan keluarga menyatakan kekecewaannya setelah sebelumnya pihak cargo menjanjikan pesawat yang akan membawa jenasah hari ini siap diterbangkan. Dari pembicaraan dengan pihak cargo bandara, keluarga almarhum dijanjikan hari ini jenasah dan rombongan akan diberangkatkan ke Ende dengan Avia Star, sedangkan keluarga lewat Maumere dengan Wing Air.

"Rencananya jenazah dibawa ke Desa Lamahala, Flores Timur. Semua biaya sudah dibayar di Makassar untuk cargo jenazah dan 2 tiket," ujar Rahman, Sabtu (29/6/2013).

Rahman menjelaskan jika jenasah dan dua keluarganya diterbangkan dari Makassar dengan pesawat Lion. Mereka mendarat di bandara Ngurah Rai Jumat 28 Juni malam dengan pesawat  Lion Air. Menurut Rahman, Kepala Oprs Cargo Ngurah Rai Wayoko beralasan pesawat Avia Air sangat kecil sehingga tidak muat jenazah. "Padahal dari koordinasi malam sebelumnya tidak ada masalah dengan hal-hal seperti itu.

"Rupanya, hari ini rombongan jenasah ini tidak jadi diberangkatkan. Ternyata kami ditipu, makanya saya ludahi mukanya," tutur Rahman emosi.


Terkait kejadian itu,  Kepala Oprs Cargo Ngurah Rai Wayoko ketika dikonfirmasi justru tidak banyak memberikan tanggapan dan berkelit jika semua dalam proses.

"Sebentar ini masih diurus, tolong jangan dimuat dahulu," pinta Wayoko.

Sebelumnya, almarhum Haji Umar Ola Ratuloly pensiunan guru MTsN Waiwerangn, Flotim, dirujuk dari RSUD Laarantuka ke makassar untuk operasi ginjal. Usai  operasi beberpa jam kemudian meninggal. Almarhum diantar istrinya Jemala dan putranya Bripka Hamka Ratuloly untuk dibawa kerumah duka.

Namun sayang, ditengah duka mendalam, pihak keluarga yang hendak membawa jenasah keluarga mereka cintai justru menemui berbagai kendala yang menambah kesedihan seluruh anggota keluarga. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami