Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tebing Sri Wedari Dibongkar, Dewan Geram

Senin, 1 Juli 2013, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Dewan Tabanan dibuat geram dengan ulah investor perumahan yang membongkar tebing Taman Sri Wedari Jalan Gatot Subroto. Sejumlah anggota Dewan turun ke pembongkaran tebing yang semestinya masih menjadi kawasah hijau taman kota, Senin (1/7). Hasilnya dewan meminta tebing yang telah dibongkar untuk  jalan masuk menuju perumahan elit tersebut ditutup kembali. Apapun alasanya.

“Siapa pun yang berada dibalik proyek ini. Tebing harus dikembalikan seperti semula. Ini kan kawasan hijau taman kota. Kok malah dibongkar untuk jalan masuk ke perumahan,” jelas I Wayan Sarjana yang ikut dalam sidak.

Sarjana menilai, pembongkaran tebing yang diperuntukan untuk jalan masuk ke perumahan dengan lebar 6 meter tersebut sudah menyalahi aturan. Pertama selain sebagai kawasan hijau taman kota yang dilarang membangun sepanjang kawasan, juga karena lokasi jalan masuk tersebut tikungan tajam. Sehingga sangat berbahaya mengingat jalan raya padat dengan lalu lintas kendaraan.


“Pokoknya proyek ini harus ditutup,” tegas Sarjana. Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Purnawan. Ia menilai proyek pembongkaran tebing di salah satu sisi jalan protokol kota Tabanan sudah menyalahi aturan.

“Kenapa bisa proyek pembongkaran ini sampai lolos,” tanya politisi PDIP asal Pupuan ini. Ia pun meninta pihak terkait menjelaskan proses awal, sampai perijinan sampai keluar dan membongkar tebing patung sri wedari. Made Dirga dan Wayan Wirawan lebih keras lagi, menyatakan ada unsur kesengajaan dari eksekutif membiarkan proyek ini agar bisa lolos. “Kami tidak mau tahu proyek ini harus ditutup. Tebing harus ada seperti semula,” ujar Dirga dan Wirawan.

Dalam sidak tersebut, anggota DPRD Tabanan yang turun berniat meminta keterangan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Kadis DKP IGN Supaji yang ditunggu lama, justru yang datang stafnya. “ Saya tidak mau mendengarkan keterangan staf. Saya ingin mendengarkan keterangan langsung Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Lebih baik bapak kembali ke kantor,” jelas I Wayan Sarjana menyarankan staf DKP yang diutus  menemui para anggota Dewan.

Dewan pun kompak ada orang besar dibalik pembongkaran tebing taman sri wedari. “ Siapa pun orang dibalik pembongkaran tebing ini. Harus ditutup,”tegas anggota DPRD Tabanan kompak. Satpol PP pun diminta untuk segera menyegel akses jalan menuju ke perumahan elit tersebut.

Beberapa anggota Dewan yang ingin masuk ke lokasi perumahan sempat tertahan di pintu gerbang karena terkunci rapat. Setelah berusaha dicongkel bagian tepinya, barulah sejumlah anggota dewan berhasil masuk ke jalan sepanjang 1 km.  Terdapat enam unit rumah yang sudah dibangun.

Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sudarya yang juga berada di lokasi akan menindaklanjuti permintaan Dewan untuk menyegel pintu masuk akses jalan ke perumahan tersebut. Menurutnya, pemilik proyek tersebut adalah Made Wija dari Mal Kangin, Tabanan.

“Katanya perumahan untuk keluarga. Nanti kami mintai lagi keterangan pemilik proyek,” jelas Sudarya. Sementara itu Kepala Bapeda Tabanan IB Wiratmaja mengaku pihaknya kecolongan terhadap pembongkaran tebing taman sri wedari. Menurutnya kawasan tersebut adalah kawasan taman hijau kota yang tidak boleh membangun apalagi membongkar tebing. “Kami kecolongan dengan pembongkaran tebing ini,” tandasnya. (nod)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami