Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cuaca Buruk, Kapal LCT Kandas Dibawa Arus

Jumat, 12 Juli 2013, 10:28 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Cuaca tidak menentu yang terjadi beberapa bulan belakangan ini mengakibatkan lalu lintas penyeberangan di Gilimanuk-Ketapang sempat terganggu.  Kuatnya Arus laut di Selat Bali, Kamis (11/7) malam membuat salah satu kapal landing craft macine (LCT) atau kapal pengangkut kendaraan barang hanyut.

LCT Cipta Harapan XII hanyut dan kandas di pantai Lingkungan Asri, Gilimanuk sekitar tiga jam.Sebelut hanyut tersert arus dan kandas, kapal LCT yang dinahkodai Djoni Wijaksono, itu berangkat dari dermaga Landing Craft Macine (LCM) pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 17.20.

Selama pelayaran menyebrangi selat Bali kapal yang memuat 3 truk sedang, 10 truk besar dan 4 tonton itu tidak mengalami masalah sampai mendekati pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 18.30. Namun ketika mengapung untuk menunggu giliran sandar di dermaga LCM pelabuhan Gilimanuk, kapal  itu salah mengambil posisi sehingga masuk ke arus deras.

Kapal  itu kemudian hanyut ke selatan. Upaya nahkoda untuk melawan derasnya arus laut tidak membuahkan hasil. Kapal tetap hanyut lantaran kekuatan mesinnya tidak mampu melawan arus deras. Agar tidak semakin jauh hanyut, nahkoda lalu mengarahkan ke tepi dan akhirnya kapal kandas sekitar di pantai lingkungan Asri Barat, atau di belakang pasar Gilimanuk. Untuk menahan kapal agar tidak kembali hanyut, ABK kemudian menurunkan ram door (pintu kapal).

Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, Polair dan TNI AL diturunkan guna melakukan pengawasan dan pengamanan.


“Sambil menunggu air pasang dan kapal bisa lepas dari kandas kita lakukan pengawasan dan pengamanan untuk mengantisipasi berbagai kemungkin,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol, Made Prihenjagat.

Karena lama menunggu kapal sandar di dermaga, sopir-sopir yang mulai lapar dan haus memilih untuk turun dari kapal yang kandas dan menjadi tontonan warga itu.

“Bosan juga diatas kapal. Mana lapar lagi. Lebih baik saya turun dan membeli makanan di warung,” ujar Yanto, salah seorang kernet truk.

Sekitar pukul 21.30, air laut mulai pasang dan LCT Cipta Harapan XII mulai bisa melakukan olah gerak. Akhirnya pukul 22.00 kapal tersebut bisa keluar dari kandas dan menuju dernaga LCM Gilimanuk untuk bongkar muatan. Setelah selesai bongkar muatan, LCT Cipta Harapan XII tidak diizinkan langsung beroprasi oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan karena harus diperiksa dulu apakah ada kerusakan atau tidak.

“Sementara kita lakukan pemeriksaan apakah ada kerusakan atau tidak dan apakah kapal masih layak layar atau harus ada perbaikan,” jelasnya

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Gilimanuk, I Made Rai Ardana. Hasilnya kapal tidak mengalami masalah dan masih layak jalan.

“Setelah selesai diperiksa dan tidak ada kerusakan dan kapal bisa beroperasi kembali,” ungkapnya.(Jsp)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami