Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kalapas Kerobokan Bantah Siksa Napi Asing

Senin, 29 Juli 2013, 18:39 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kalapas Kerobokan, Gusti Ngurah Wiratna membantah seluruh tuduhan Rachel Dougall (40), terpidana kasus penyelundupan kokain senilai 1,6 juta poundsterling atau sekitar Rp25 miliar yang mengungkap kebobrokan Lapas Kelas II Kerobokan, Badung.

Sebelumnya kepada media asing, warga negara Inggris itu bercerita tentang tak manusiawinya perlakuan lapas Kerobokan Denpasar seperti ia disiksa hingga tempat tidur yang hanya beralaskan tikar.

"Begitu tahu pengakuan Rachel, saya langsung bentuk tim yang saya pimpin sendiri. Kita menginvestigasi ke sel tempat dia tinggal, bersama dengan napi lainnya asal berbagai negara," ujar Wiratna di Denpasar, Senin (29/7/2013).

 

 

Menurut Wiratna, dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya bahwa seluruh pengakuan Rachel sama sekali tak terbukti. Bahkan napi teman satu kamarnya, katanya tidak ada hal itu sehingga membuat Wiratna bingung motif tuduhan itu. Ia mengaku seluruh fasilitas terbesar di Bali untuk napi semuanya terbilang istimewa. Mulai dari kasur yang tebal, air yang tak pernah mati, hingga tempat yang nyaman.

"Kok bisa-bisanya dia bicara begitu. Saya tidak tahu apa motifnya, apakah mencari popularitas, mencari uang atau apa saya tidak tahu. Kasur Rachel itu tebalnya sama seperti kasur saya di rumah. Sekarang, begitu dia bebas, kasurnya diwarisi ke napi lainnya. Silakan dicek," tegas Wiratna.

Sekali lagi Wiratna membantah keras penganiayaan yang dituturkan Rachel. Meski petugas jaga jauh dari ideal, namun ia tahu persis patroli rutin tetap dilakukan.

"Selama ini Konjen mereka juga tahu fasilitas dan kegiatan Rachel selama di lapas. Kok bisa-bisanya bicara seperti itu," ucapnya heran. (dws)

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami