Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kalapas Kerobokan Ajak Konjen Inggris Tinjau Sel Tahanan

Badung

Selasa, 30 Juli 2013, 05:08 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Kerobokan. Rachel Dougall (40), terpidana kasus penyelundupan kokain senilai 1,6 juta poundsterling atau sekitar Rp25 miliar mengungkap kebobrokan Lapas Kelas II Kerobokan. Kepada media asing warga negara Inggris ini bercerita tentang tak manusiawinya lapas terbesar di Bali itu. Mulai ia disiksa hingga tikar untuk tempat tidur.

Ditohok begitu, Kalapas Kelas II A Kerobokan, Gusti Ngurah Wiratna langsung membentuk tim yang langsung dipimpinnya. Tim itu beranggotakan 16 orang untuk menginvestigasi apa yang disampaikan Rachel. Tak hanya itu, Wiratna juga mengaku mengajak perwakilan Konjen Inggris untuk membuktikan kebenaran apa yang diucapkan Rachel.

"Kita langsung datangi blok perempuan, kita masuk ke ruang tempat Rachel dulu tinggal. Kita ajak perwakilan Konjen Inggris namanya Liliana," kata Wiratna, Senin 29 Juli 2013.

Apa yang disampaikan Rachel, sambung Wiratna, sama sekali tak terbukti. Hal itu diakui sendiri oleh perwakilan Konjen Inggris, Liliana. "Sejak awal kita juga selalu berkoordinasi dengan Konjen Inggris soal narapidana asal Inggris. Dan, sejak awal pula mereka (Konjen Inggris) tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh dia (Rachel)," ungkap dia.

Tak ada yang ditutup-tutupi di Lapas Kerobokan. Sejak masih menjadi penghuni lapas terbesar di Bali itu, tak pernah ada keluhan dari Rachel dan Konjen Inggris. Wiratna justru baru mengetahui apa yang disampaikan Rachel lantaran ditelepon oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

"Begitu saya ditelepon pukul 08.00 WITA, saya langsung bentuk tim. Saya masuk ke sel wanita saya. Satu orang pun tak pernah ada yang melakukan seperti apa yang dia (Rachel) tuduhkan," katanya.

Jangankan sampai disiksa, selama ini, jika ada keluhan dari napi, Wiratna sedapat mungkin segera menindaklanjutinya. "Apalagi sampai disiksa dan tidur ditikar tipis. Kasur tidurnya besar seperti saya di rumah," beber Wiratna.

Wiratna mengakui jika Rachel sempat dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, dari hasil rekam medis diketahui jika perempuan Inggris itu mengidap penyakit asma akut. Wiratna pun mengaku menyiapkan tabung oksigen di ruangan Rachel. Takut-takut asma Rachel kambuh di waktu tak bersahabat. "Kita sampai segitunya perhatikan dia, kok malah saya dizolimi seperti ini. Tidak tahu maunya apa dia itu. Kalau saya berbohong, saya merugikan diri sendiri," papar Wiratna.

Selama ini, Corby pun tak pernah mengeluh sesuatu apapun selama tinggal di Lapas Kerobokan. Corby nampak 'happy' tanpa pernah mengeluhkan seperti apa yang disampaikan Rachel.

Wiratna mengaku di dalam lapas yang dipimpinnya memang ada aturan ketat. "Kalau dia mau AC, ya silakan tinggal di hotel. Selama ini semua kita perhatikan dengan baik,"imbuhnya. (dws)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami