Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Pastika Nilai FPI Berlebihan Persoalkan Ajang Miss World
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai upaya FPI yang melakukan protes dan ingin menggagalkan kontes Miss World di Bali sebagai sesuatu yang sangat berlebihan.
Langkah Front Pembela Islam (FPI) yang berencana menggagalkan kontes Miss World di Bali direspon keras oleh mantan Kapolda Bali tersebut.
"Alasannya apa, keberatannya dimana?. Miss World tidak mempertontonkan porno aksi di Bali," ujar Pastika, di Denpasar, Senin (2/9/2013).
Menurut Gubernur Bali yang baru saja dilantik kembali itu, ajang Miss World sama dengan wisatawan lainnya yang datang dan berkonferensi ke Bali.
Baginya, kontes ratu kecantikan internasional ini juga mendatangkan keuntungan ekonomi bagi Bali maupun Indonesia.
"Kenapa mesti dipersoalkan. Apa yang salah dari Miss World. Mereka juga akan mempromosikan Bali. Mereka juga akan mengikuti adat dan kebudayaan Bali. Mereka akan mengikuti etika, tata cara, tradisi Bali," ucapnya geram.
Pastika beranggapan, jika FPI menentang Miss World itu tindakan yang terlalu mengada-ada. Tuduhan dan kekwatiran FPI soal adanya aksi mengumbar aurat, mengumbar syahwat, menurut Pastika terlalu berlebihan dan sangat tidak masuk akal.
"Kontes Miss World sama sekali tidak membawa kerugian apa pun bagi Bali dan Indonesia. Sebaliknya, event ini mendatangkan keuntungan berlimpah bagi Bali dan Indonesia. Bagi Bali ini bisa menjadi bahan promosi gratis dan keuntungan ekonomi dari sisi promosi wisata," tegasnya. (Dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1005 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli