Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rp. 15 Juta Cukup Untuk Bedah Rumah
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Kemiskinan masih menjadi persoalan serius bangsa ini. Salah satu indikator kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memiliki rumah layak huni, selain indikator lainnya seperti ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, kesehatan dan pendidikan.
Tak satupun provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia ini terbebas dari persoalan kemiskinan penduduknya. Berbagai program untuk mengurangi angka kemiskinan banyak dilakukan. Ada daerah yang mampu menekannya, tetapi tidak jarang di daerah-daerah justru angka kemiskinan bertambah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Tahun 2012 menunjukkan penduduk miskin di Bali mencapai 168.800 jiwa (hasil survey bulan Maret 2012), meningkat dibandingkan Tahun 2011 yang jumlahnya sebanyak 166.200 jiwa.
Salah satu program yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan melakukan Bedah Rumah KK Miskin yang tidak layak huni menjadi Rumah Layak Huni. Milyaran rupiah APBD pun dikucurkan untuk membangun rumah layak huni, baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Di Pulau Dewata, Pemprov Bali mengucurkan dana mencapai Rp. 25 juta untuk satu unit bedah rumah di seluruh kabupaten kota di Bali. Begitu pula halnya dengan Pemerintah Kabupaten juga tidak tinggal diam.
Pemkab Jembrana misalnya, juga melakukan program bedah rumah. Hanya saja jumlah dana yang dikucurkan lebih rendah dari Pemprov Bali. Untuk membedah rumah KK Miskin menjadi Rumah yang Layak Huni, Pemkab Jembrana menilai dana Rp. 15 juta sudah cukup, itupun sudah termasuk pajaknya.
Type rumah yang dibangun pun tidak jauh berbeda dengan type bedah rumah Pemprov Bali. Rumah Layak Huni untuk KK Miskin ala Jembrana, berukuran 3 x 4 Meter beratap asbes, dinding batako, pintu kayu terdiri dari dua kamar tidur dan teras.
Pemkab Jembrana memprogramkan 102 unit Rumah Layak Huni untuk KK Miskin setiap tahunnya yang tersebar di lima kecamatan yaitu Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan. Pengerjaannya dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di desa dalam jangka waktu 30 hari. Meskipun dengan dana Rp. 15 juta per unitnya (tergolong murah), pengerjaannya tetap mengutamakan kualitas bahan dan konstruksinya. Agar pengerjaannya tidak asal-asalan, Pemkab Jembrana menyerahkan kepada masyarakat dan aparat desa setempat untuk mengawasi proses pembangunannya.
Sejumlah rumah layak huni hasil dari bedah rumah KK Miskin, sudah mulai selesai dibangun. Salah satunya rumah Ali Martono yang tinggal di Kelurahan Banjar Tengah Kecamatan Negara. Begitu pula dengan rumah Pak Amin (60) yang sebelumnya berupa rumah gedeg berlantai tanah dan nyaris roboh, yang berlokasi di Dusun Ketapang Lampu Desa Pengambengan Kecamatan Negara kini sudah berdiri rumah permanen dengan kokohnya bahkan Pak Amin sudah menempati rumahnya yang baru tersebut.
Ketika ditanya, Jumat (23/8) lalu, Pak Amin mengaku sangat senang dibuatkan rumah oleh Pemerintah Jembrana. Selain itu rumah baru Airaji di Tegalbadeng Barat Kecamatan Negara juga sudah berdiri dan siap ditempati.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2413 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1933 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun