Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Hindari Hydrochepalus, Ibu Rumah Tangga Wajib Cek Kesehatan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Derita yang dialami Ni Made Ika Purnami bayi mungil berusia delapan bulan di Banjar Pangkung Jajang Desa Tukadaya Kecamatan Melaya anak dari pasutri (pasangan suami istri) I Ketut Wardana dengan Ni Ketut Sumiasih, yang kini menderita penyakit Hydrochepalus (kepala membesar) sudah seharusnya menjadi pelajaran dan perhatian serius kita bersama. Sebab sejatinya penyakit Hydrochepalus bukan penyakit keturunan dan sangat bisa dihindari.
Hal tersebut terungkap saat Bupati Jembrana I Putu Artha menjenguk Ika Purnami, Senin ( 16/9) lalu di rumahnya Pangkung Jajang. Ika Purnami sendiri merupakan anak ke 11 dari 10 bersaudara pasutri Ketut Wardana dengan Ketut Sumiasih. Menurut keterangannya ia tidak mengikuti anjuran ber KB hingga melahirkan anak 11 orang.
Terlebih pasutri ini tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.
Melihat kondisi tersebut Bupati Artha sangat prihatin dengan derita yang dialami Ika Purnami. Artha mengungkapkan, siapapun bisa terkena hydrocephalus, karena penyakit ini bukan penyakit keturunan, akan tetapi lanjut Artha penyakit hydrocephalus sesungguhnya bisa dihindari apa bila masyarakat menyadari dan mengikuti aturan kesehatan.
“ Ibu rumah tangga harus selalu mengecek kesehatannya ke Posyandu, tidak usah malu apalagi tidak kena biaya,“ kata Artha.
Menurutnya ibu hamil juga ada aturannya, hamil yang paling sehat adalah ketika ibu rumah tangga berusia 25 – 30 tahun. Sedangkan ibu rumah tangga yang berusia diatas 30 tahun sangat rentan terkena penyakit ketika hamil. Sehingga dalam kurun waktu lima tahun idealnya jumlah anak cukup dua saja.“ Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dua anak saja sudah cukup,“ kata Artha.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Putu Suasta menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang terkena hydrochepalus, diantaranya usia ibu rumah
tangga sudah terlalu tua untuk hamil apalagi usianya sudah mencapai 40 tahun ke atas, itu sangat rentan terkena penyakit. Selain itu jumlah dan waktu kelahiran yang
terlalu banyak karena tidak menggunakan KB juga menjadi salah satu penyebabnya.
Tidak hanya itu yang paling penting adalah, ibu hamil tidak melakukan pengecekan selama kehamilannya. Untuk itu dr. Suasta mewanti-wanti minta kepada masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk selalu memeriksakan kesehatannya.
“ Di Posyandu kita sudah siapkan tempat untuk konsultasi kesehatan hingga pengobatan, jangan ketika sudah parah baru minta disembuhkan,“ pungkas Suasta.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8499 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5843 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3664 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2493 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar