Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Emha Ainun Nadjib Doakan KPK Bubar
Jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun mendoakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bubar. Ini dilontarkannya saat menjadi pembicara di Rumah Pergerakan Indonesia (PI), kediaman Anas Urbaningrum, di Jl Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Saya doakan KPK bubar, kalau masih ada, negara ini semakin bermasalah," ujarnya, Jumat (1/11/2013) seperti dilansir inilah.com.
Semakin lama KPK berdiri, lanjut dia, akan mengakibatkan Indonesia semakin bermasalah dengan tindakan korupsi dan koruptor tidak akan hilang dari negeri.
Cak Nun yang didampingi Anas Urbaningrum itu memberikan kuliah budaya tentang "Supremasi Keadilan atau Hukum?", dihadiri sejumlah anggota PI.
Menurut Cak Nun, negara tidak perlu berlama-lama mempertahankan KPK jika ingin benar-benar terbebas dari korupsi. Sehingga peradilan hukum cukup ada di kepolisian dan kejaksaan.
Bahkan, suami Novia Kolopaking itu juga mengimbau kepada Anas Urbaningrum agar mau membuktikan bahwa dirinya benar terkait statusnya yang kini sebagai tersangka oleh KPK atas kasus Hambalang. "Buktikan Nas kalau kamu benar dan tidak salah," tambahnya.(bbn)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun