Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Gubernur Bantah Sejajarkan Diri dengan Rsi Markandeya
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika membantah keras telah mengeluarkan pernyataan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya terkait dengan pro kontra masuknya Kawasan Besakih sebagai KSPN. Pastika juga sangat menyesalkan, apa yang disampaikannya terus menerus dipelintir sebuah media lokal di Bali untuk memuaskan sentimen pribadi.
Baru-baru ini, Gubernur Pastika diberitakan arogan dan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. Media tersebut kemudian memblow-upnya dengan mewawancarai sejumlah tokoh termasuk sulinggih. Padahal, dalam kesempatan wawancara dengan wartawan media tersebut, Gubernur sama sekali tak pernah mengeluarkan pernyataan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. Berita yang berkembang dinilai sebagai opini wartawan bersangkutan yang diramu sedemikian rupa untuk tujuan tertentu.
Penegasan tersebut disampaikannya melalui Kepala Biro Humas Pemprov Bali, I Ketut Teneng, Selasa (5/11/2013).
“Gubernur mengatakan bahwa beliau adalah salah satu orang yang pernah mendapat sebuah kehormatan untuk mendem pedagingan di Pura Basukian, Besakih. Dimana, yang melakukan mendem pedagingan pertama di pura tersebut adalah Rsi Markandeya,” urainya.
Dipercaya melakukan mendem pedagingan 2 Nopember 2002 silam memiliki makna khusus bagi Mangku Pastika, yang kala itu menjadi Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali. Karena setelah itu dia mendapat tuntunan Ida Betara dan berhasil menemukan nomor kir mobil yang dipakai Amrozy cs untuk melakukan aksi terornya di Bali. Inilah menjadi kunci pembuka pengungkapan kasus Bom Bali.
Selain itu, pengungkapan fakta bahwa Gubernur Mangku Pastika yang meresmikan nama Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) di Samuan Tiga pada April 2004 juga bukan untuk maksud dan tujuan sesumbar, tetapi mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang perhatian dan kecintaannya pada budaya Bali yang bernafaskan Agama Hindu.
“Jadi apa yang disampaikan bukanlah dalam konteks untuk sesumbar, namun menyiratkan kecintaan beliau terhadap Bali serta tidak mungkin ada niatan untuk merusak kesucian pura,” tambahnya.
Teneng sangat menyesalkan jika akhirnya pernyataan tersebut dipelintir sedemikian rupa hingga mengesankan kalau Gubernur Mangku Pastika itu arogan dan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. [bbn/hms pemprov]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan