Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gubernur Bantah Sejajarkan Diri dengan Rsi Markandeya

denpasar

Selasa, 5 November 2013, 21:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/dok

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika membantah keras telah mengeluarkan pernyataan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya terkait dengan pro kontra masuknya Kawasan Besakih sebagai KSPN. Pastika juga sangat menyesalkan, apa yang disampaikannya terus menerus dipelintir sebuah media lokal di Bali untuk memuaskan sentimen pribadi.

Baru-baru ini, Gubernur Pastika diberitakan arogan dan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. Media tersebut kemudian memblow-upnya dengan mewawancarai sejumlah tokoh termasuk sulinggih. Padahal, dalam kesempatan wawancara dengan wartawan media tersebut, Gubernur sama sekali tak pernah mengeluarkan pernyataan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. Berita yang berkembang dinilai sebagai opini wartawan bersangkutan yang diramu sedemikian rupa untuk tujuan tertentu.

Penegasan tersebut disampaikannya melalui Kepala Biro Humas Pemprov Bali, I Ketut Teneng, Selasa (5/11/2013).

“Gubernur mengatakan bahwa beliau adalah salah satu orang yang pernah mendapat sebuah kehormatan untuk mendem pedagingan di Pura Basukian, Besakih. Dimana, yang melakukan mendem pedagingan pertama di pura tersebut adalah Rsi Markandeya,” urainya.

Dipercaya melakukan mendem pedagingan 2 Nopember 2002 silam memiliki makna khusus bagi Mangku Pastika, yang kala itu menjadi Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali. Karena setelah itu dia mendapat tuntunan Ida Betara dan berhasil menemukan nomor kir mobil yang dipakai Amrozy cs untuk melakukan aksi terornya di Bali. Inilah menjadi kunci pembuka pengungkapan kasus Bom Bali.

Selain itu, pengungkapan fakta bahwa Gubernur Mangku Pastika yang meresmikan nama Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) di Samuan Tiga pada April 2004 juga bukan untuk maksud dan tujuan sesumbar, tetapi mengungkapkan fakta yang sebenarnya tentang perhatian dan kecintaannya pada budaya Bali yang bernafaskan Agama Hindu.

“Jadi apa yang disampaikan bukanlah dalam konteks untuk sesumbar, namun menyiratkan kecintaan beliau terhadap Bali serta tidak mungkin ada niatan untuk merusak kesucian pura,” tambahnya.

Teneng sangat menyesalkan jika akhirnya pernyataan tersebut dipelintir sedemikian rupa hingga mengesankan kalau Gubernur Mangku Pastika itu arogan dan mensejajarkan diri dengan Rsi Markandeya. [bbn/hms pemprov]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami