Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jokowi-JK Dinilai Pasangan Ideal Pilpres 2014
jakartade
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Meski Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menetapkan calon presiden (capres) 2014, namun nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sudah mewarnai bursa capres di beberapa lembaga survei di Tanah Air.
Selain Jokowi, nama mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang diperhitungkan di Pilpres 2014.
Jika melihat fenomena bursa capres 2014, pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan, kedua tokoh itu cukup berpeluang untuk maju sebagai capres dan cawapres. Menurutnya, jika Jokowi dipasangkan dengan JK, maka besar kemungkinan langkah menuju kursi RI 1 bakal mulus.
"Saya justru melihat kalau Jokowi dipasangkan dengan JK (Jusuf Kalla) akan ideal sekali. Kalau JK bersedia jadi cawapres saya kira akan mendapat 80% lebih suara," kata Iberamsjah kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (9/11/2013).
Selain karena berpengalaman, JK dianggap dapat mengisi kekurangan mantan Wali Kota Solo itu. "Karena berpengalaman, orang luar Jawa, tokoh agama, tokoh dari timur, jadi lengkap sekali. Apa yang tidak dimiliki Jokowi ada di JK," jelas Iberamsjah. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun