Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Media Sosial Bisa Jadi Sarana Kampanye Alternatif
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Media sosial kini dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, termasuk kebutuhan kampanye partai politik.
Menurut Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI), Hidayat Nahwi Rasul, media sosial berpotensi menjadi media pendidikan dan sosialisasi politik.
"Kehadiran media sosial bisa jadi alternatif media kampanye politisi dan menjadi tempat interaksi antara pemilih dan politisi," ujar Hidayat kepada INILAH.COM, Sabtu (16/11/2013).
Hidayat mengatakan, dalam media sosial seperti Facebook, Twitter, Blog,dan lainnya, semua orang bebas berpendapat. Menurutnya itu bisa menjadi hal yang positif maupun negatif seseorang dibicarakan di media sosial tersebut.
Media sosial, kata dia, menjadi sebuah interaksi baru yang membuat ruang-ruang bagi masyarakat untuk saling berbagi, bercerita dan menyalurkan ide-idenya.
Jangkauan media sosial juga cukup luas dan cepat. Hal ini dimanfaatkan betul oleh politisi ataupun tim suksesnya untuk bersosialisasi. Hidayat mengatakan, satu-satunya yang menghalangi interkasi di media sosial adalah faktor jaringan atau sinyal.
Dalam analisa Hidayat, sebuah kebohongan tidak pernah berlangsung lama di media sosial. Alasannya, karakter pengguna media jenis ini adalah prosumen. Artinya, dia memroduksi informasi sekaligus sebagai konsumennya. Kecepatan input-output informasi yang cepat dan dari berbagai arah itu, menurutnya akan menuju pada kebaikan dan kebenaran. ‘’Ini kemudian akan melahirkan trust dalam berkomunikasi,’’ ujar alumni Komunikasi Unhas ini.
Berbeda dengan pengelolaan media mainstream, Hidayat menyebut, informasi yang beredar di media sosial pun tidak tergantung dengan selera redaktur. Dosen komunikasi ini menyebut, tidak bisa menutup mata dengan adanya kepentingan pemilik media terkait pemberitaan apalagi yang berhubungan dengan politik saat ini.
Menurutnya, masa depan media sosial makin luas dan massif. Kini, tinggal mengemas konten yang muncul di media sosial. Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, maka konten adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh media sosial. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman