Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Di Acara SBY, Pendukung Jokowi Capres 2014 Beraksi
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Pendukung Joko Widodo atau Jokowi for Presiden 2014 kembali mencari dukungan. Bahkan, sampai di acara Presiden SBY.
SBY di lapangan silang Monas, Minggu (17/11/2013) membuka acara Pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah. Hadir juga sejumlah menteri KIB II.
Acara hiburan hingga fun walk, meramaikan agenda car free day di bilangan Monas.
Relawan Jokowi yang menamakan diri Barisan Jokowi for Presiden 2014 ini, menggelar petisi tanda tangan. Petisi ini digelar tepat di sebelah acara Gerakan Ekonomi Syariah (Gres) yang akan dibuka oleh SBY.
Spontan, aksi ini mendapat perhatian dari para pengunjung termasuk peserta Gres.
"Mari pak beri dukungan untuk Pak Jokowi," kata seorang yang diikuti aksi tanda tangan di atas petisi tersebut.
Relawan pendukung Jokowi sebenarnya sudah sering memanfaatkan momentum car free day ini. Dan kali ini, mereka menggelar petisi di dekat acara SBY yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat.
Belum tampak kehadiran Presiden SBY. Namun beberapa titik kini sudah disterilkan. Penjagaan oleh kepolisian dan TNI juga sudah disiagakan termasuk dari Paspampres. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun