Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Gunung Merapi Semburkan Asap Tebal
yogyakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Yogyakarta. Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyemburkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga sejauh 2 kilometer dengan ketinggian mencapai 2.000 meter.
Bahkan letusan yang terjadi hari ini dirasakan lebih besar dari sebelumnya yang pernah terjadi pada 22 Juli 2013 lalu. Meski letusan yang dipicu gempa tektonik lokal di bawah Gunung Merapi, namun saat ini Merapi masih berstatus normal aktif pada level I.
"Tipe letusannya adalah letusan freatik. Kejadian ini mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 yang tiba-tiba meletus pada pagi hari," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (18/11/2013).
Menurutnya, letusan freatik adalah letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Ini terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya. "Air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi," ujarnya.
Erupsi mengakibatkan terjadinya hujan pasir dan abu di wilayah Boyolali di sekitar Kartosuro dan barat Kota Solo. Pasalnya arah angin berhembus ke wilayah timur dan tenggara.
"Berdasarkan laporan BPBD, warga di Desa Glagaharjo yaitu Dusun Kalitengah Lor, Kaltengah Kidul dan Srunen di Kecamatan Cangkringan, Sleman sekitar 600 KK sudah berada di titik kumpul di masing-masing dusun. Kelompok rentan ditempatkan di Balai Desa Glagaharjo" tambahnya.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan