Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Kelompok Islam Garis Keras Sulit Berkembang di Bali
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Sanur. Peneliti Terorisme dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta M Yasid Afandi menyampaikan kelompok islam garis keras sangat sulit berkembang di Bali.
Buktinya kelompok-kelompok yang mengusung Islamisme seperti HTI, Salafy dan FPI tidak berkembang secara bebas dan tidak muncul secara terbuka di Bali.
Menurut Yasid Afandi, tidak berkembangnya kelompok islamisme garis keras di Bali karena mayoritas muslim di Bali merupakan muslim moderat yang sudah hidup rukun dan berdampingan dengan umat beragama lainnya di Bali sejak ratusan tahun lalu. Belum lagi system social di Bali sangat kuat.
“mayoritas umat Islam moderat disini, bahkan salah satu organisasi social politik atau partai politik yang diidentifikasi masuk dalam kategori ini , itu ketika kami wawancara juga itu NKRI itu final, Pancasila itu final dan tidak perlu lagi ada ide mengubah NKRI , maka artinya itu apa? Sebenarnya partai politik pun di Bali ini ikut yang mainstream, saya tidak tahu kalau agenda Jakarta” papar Yasid Afandi.
Yasid Afandi menambahkan dari penelitian yang dilakukan mengenai potensi aksi terrorisme di Bali selama September 2013 juga menunjukkan bahwa kuatnya budaya Bali menjadi salah satu penyebab kelompok islam garis keras sulit berkembang. Dalam beberapa contoh kasus juga terjadi pengusiran terhadap tokoh kelompok radikal oleh pengelola Masjid di Bali. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan