Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jaring Masukan, Candra Berdialog dengan PHRI Bali

denpasar

Rabu, 18 Desember 2013, 20:59 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Sektor pariwisata telah diakui sebagai  urat nadi perekonomian Bali. Untuk memahami masalah serta aspirasi yang berkembang dari kalangan ini, DR I Wayan Candra SH MH, Rabu (18/12) berdialog dengan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali.

Pertemuan di kantor PHRI, Renon, Denpasar itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Mantan Bupati Klungkung ini diterima Ketua PHRI Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) didampingi Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Pendidikan Prof Nyoman Suwidjana, Wakil Ketua Bidang Investasi Wayan Pasek ST, Wakil Ketua Bidang Hukum Putu Subada Kusuma SH.

“Kami memberikan apresiasi karena ini baru pertama kali ada calon yang mau datang dan berdiskusi ke sini,” kata Cok Ace membuka dialog.

Menurut Cok Ace, meskipun pariwisata telah berkembangan pesat, tetapi aspirasi dari kalangan ini seringkali kali masih diabaikan. Bahkan dalam pembicaraan hal-hal yang strategis malah tidak dilibatkan. Seringkali pula malah dianggap sebagai perusak lingkungan Bali.

“Padahal kami juga memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan dan budaya Bali,” kata mantan Bupati Gianyar yang secara pribadi sudah mengetahui kapasitas dan pengabdian Candra selama ini.

PHRI, lanjut Cok Ace, kehadiran Candra nantinya bisa menjembatani kesenjangan yang ada selama ini sehingga konektivitas antara aspirasi kalangan pariwisata Bali dengan kebijakan di tingkat pusat bisa terjaga. Sejumlah agenda yang harus dikawal di DPR RI antara lain adalah realisasi dari adanya perlindungan bagi Budaya Bali. Selain itu, harus diperjuangkan pula adanya dana perimbangan yang memungkinkan devisa pariwisata digunakan untuk memelihara dan memperbaiki kerusakan lingkungan.

Sementara Suwidjana menegaskan, perlunya untuk menjadikan prinsip Tri Hita Karana dalam pengaturan pariwisata.  Prinsip itu akan bisa mengatasi berbagai masalah di Bali yang kini sedang berada di persimpangan jalan. Bali menghadapi masalah kerusakan lingkungan, pemerataan pendapatan dan perbedaan pendapat di antara kalangan konservatif dengan kalangan yang dinamis, dan lain-lain.

Menanggapi berbagai pandangan itu, Wayan Candra yang menjadi Calon Legistatif DPR RI Dapil Bali dari PDI Perjuangan menyatakan, dirinya selalu bersedia untuk berkomunikasi  guna mengatur langkah perjuangan.  

“Tidak perlu selalu dalam acara yang formal, saya siap ditelpon sewaktu-waktu,” ujarnya.  

Dia menyadari, bukanlah hal yang mudah untuk memperjuangkan aspirasi itu.  Namun, dia yakin akan menjadi lebih ringan bila dipikirkan dan dikerjakan bersama-sama.

Dia sendiri melihat, pariwisata Bali harus dijaga pertumbuhannya sembari tetap menjaga kelestarian alam dan budaya Bali. Selain itu, pariwisata diharapkan dapat mensejahterakan Bali secara merata antara lain dengan meningkatkan kaitan antara pariwisata dengan sektor pertanian.

“Sebab sekarang ini penghasilan petani benar-benar memprihatinkan sehingga banyak yang menjual lahannya. Ini harus kita cegah bersama-sama,” ujarnya.   

Selain dengan PHRI, Candra sebelumnya telah bertemu dengan sejumlah pakar dalam berbagai bidang. Di antaranya adalah dengan pakar pertanian dan Subak dari Universitas Udayana, Prof Dr Wayan Windia. Dalam pertemuan itu Prof Windia meminta diperjuangkannya subak abadi dan penghapusan Pajak Bumi Bangunan bagi petani yang dirasakan sangat tidak adil. Sebab, pajak itu didasarkan pada pertambahan nilai lahan dan bukan pada hasil produksi pertanian. Candra pun berjanji akan membawa kedua aspirasi itu bila dapat terpilih menjadi anggota DPR.

Candra juga sempat bertemu dengan pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU Bali, Dr AA Oka Wisnumurti. Candra mendapat masukan untuk menerapkan strategi politik yang santun sesuai dengan karakter warga Bali.

“Yang penting harus disentuh dulu hatinya,” kata Wisnumurti.

Bali, kata Wisnumurti, sebenarnya membutuhkan figur yang bisa menyatukan para pemimpinnya dalam memperjuangkan aspirasi Bali dengan bingkai pemerintahan NKRI. [bbn/adv]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami