Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
JKBM Siap Integrasi JKN Pada 2015
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali siap untuk mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) kedalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2015 mendatang. Namun untuk tahun ini pemerintah provinsi Bali masih tetap menjalankan JKBM, walaupun program JKN juga telah berjalan.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan untuk melakukan pengintegrasian memerlukan waktu penyesuaian, jangan sampai ketika diintegrasikan terjadi perbedaan kualitas pelayanan dan menyebabkan masyarakat miskin sulit mendapatkan layanan kesehatan.
Selain itu pemerintah provinsi Bali juga masih melakukan penyesuaian terhadap uang pertanggungan pasien. “Karena premi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) itu hampir Rp 20 ribu per kepala per bulan.
Sedangkan JKBM hanya Rp. 10.000. berarti provinsi harus menambah lagi anggaran untuk bisa mensamakan antara JKBM dengan BPJS. Sekarang kan Rp. 330 miliar se-tahun, berarti kalau minimal 2 kali itu Rp. 660 miliar,” ungkap Made Mangku Pastika.
Made Mangku Pastika menyebutkan pada saat ini dari 4 juta penduduk Bali, 2,7 juta orang diantaranya merupakan pengguna fasilitas layanan JKBM. Pada 2015 secara otomatis seluruh penduduk Bali akan menjadi peserta BPJS.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun