Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
SMAN 2 Denpasar Bantah Larang Siswinya Berjilbab
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Denpasar, Bali membantah telah mengeluarkan larangan kepada siswinya mengenakan jilbab dilingkungan sekolah. Wakil Kepala dan Humas SMAN 2 Denpasar Made Semadi Yasa juga menepis sejumlah pemberitaan terkait sekolahnya diinfokan melarang siswinya berjilbab dan meminta mereka yang melanggar agar pindah sekolah jika ngotot berjilbab.
Semadi Yasa membantah keras dalam kasus Anita salah satu siswi kelas XIII IPA, yang diberitakan bahwa pihak sekolah mengusirnya dengan menyuruh pindah ke sekolah lain karena mengenakan jilbab. "Sepengetahuan saya, Anita di sekolah tidak mengenakan jilbab kecuali di luar sekolah saya tidak mengetahuinya. Kalau kami sampai mengusir, muridnya ada kok, saya langsung mengajar dia, dia juga tidak pernah ngomong apa ke saya soal itu," kata Semadi Yasa di Denpasar, Kamis (9/1/2014).
Pihak sekolah SMAN 2 Denpasar, ujar Semadi Yasa tidak pernah menyampaikan ke siswa untuk melarang mengenakan jilbab, namun justru kata-kata kecaman dan umpatan dari pihak-pihak dialamatkan kepada sekolahnya. "Kami hanya bilang, sejak para siswa masuk sampai kelas X, XI dan XII, telah diberikan sebuah buku, namanya stundent diary. Dalam buku panduan itu, tertulis tata tertib sekolah salah satunya memuat tentang pakaian seragam mulai hari Senin sampai Sabtu yang mesti dikenakan seluruh siswa," jelasnya.
Menurut Semadi Yasa, sekolah yang dinaunginya memiliki pakaian seragam bermotif endek yang wajib dipakai setiap hari Jumat dan Sabtu. Kain seragam motif endek yang dimiliki sekolahnya sekaligus sebagai ciri khas Kota Denpasar. "Terlepas dia pakai yang lain, ini loh seragam kami. Kalau Anda mau makai ya silakan, terserah itu urusan Anda, kami gak mau tau," tegasnya.
Semadi Yasa mengaku adapun alasan utama menyeragamkan pakaian untuk para siswa bertujuan untuk mencegah terjadinya kesenjangan atau gap antar siswa. Bagi pihak sekolah lebih mementingkan hal pendidikan dan tidak membeda-bedakan asal usul maupun latarbelakang siswa.
"Pihak sekolah memiliki tata tertib yang telah diwariskan dari tahun ke tahun dalam hal seragam sekolah. Kami tekankan dengan seragam sama itu maka tidak akan kelihatan si A si B itu besar kecil, kaya miskin, agama ABCD dan lainnya tidak akan kelihatan karena semua sama," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan