Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
SMAN 2 Denpasar Bantah Larang Siswinya Berjilbab
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Denpasar, Bali membantah telah mengeluarkan larangan kepada siswinya mengenakan jilbab dilingkungan sekolah. Wakil Kepala dan Humas SMAN 2 Denpasar Made Semadi Yasa juga menepis sejumlah pemberitaan terkait sekolahnya diinfokan melarang siswinya berjilbab dan meminta mereka yang melanggar agar pindah sekolah jika ngotot berjilbab.
Semadi Yasa membantah keras dalam kasus Anita salah satu siswi kelas XIII IPA, yang diberitakan bahwa pihak sekolah mengusirnya dengan menyuruh pindah ke sekolah lain karena mengenakan jilbab. "Sepengetahuan saya, Anita di sekolah tidak mengenakan jilbab kecuali di luar sekolah saya tidak mengetahuinya. Kalau kami sampai mengusir, muridnya ada kok, saya langsung mengajar dia, dia juga tidak pernah ngomong apa ke saya soal itu," kata Semadi Yasa di Denpasar, Kamis (9/1/2014).
Pihak sekolah SMAN 2 Denpasar, ujar Semadi Yasa tidak pernah menyampaikan ke siswa untuk melarang mengenakan jilbab, namun justru kata-kata kecaman dan umpatan dari pihak-pihak dialamatkan kepada sekolahnya. "Kami hanya bilang, sejak para siswa masuk sampai kelas X, XI dan XII, telah diberikan sebuah buku, namanya stundent diary. Dalam buku panduan itu, tertulis tata tertib sekolah salah satunya memuat tentang pakaian seragam mulai hari Senin sampai Sabtu yang mesti dikenakan seluruh siswa," jelasnya.
Menurut Semadi Yasa, sekolah yang dinaunginya memiliki pakaian seragam bermotif endek yang wajib dipakai setiap hari Jumat dan Sabtu. Kain seragam motif endek yang dimiliki sekolahnya sekaligus sebagai ciri khas Kota Denpasar. "Terlepas dia pakai yang lain, ini loh seragam kami. Kalau Anda mau makai ya silakan, terserah itu urusan Anda, kami gak mau tau," tegasnya.
Semadi Yasa mengaku adapun alasan utama menyeragamkan pakaian untuk para siswa bertujuan untuk mencegah terjadinya kesenjangan atau gap antar siswa. Bagi pihak sekolah lebih mementingkan hal pendidikan dan tidak membeda-bedakan asal usul maupun latarbelakang siswa.
"Pihak sekolah memiliki tata tertib yang telah diwariskan dari tahun ke tahun dalam hal seragam sekolah. Kami tekankan dengan seragam sama itu maka tidak akan kelihatan si A si B itu besar kecil, kaya miskin, agama ABCD dan lainnya tidak akan kelihatan karena semua sama," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang