Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Pembangunan Jalan di Bali Terkendala Mahalnya Lahan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembangunan infrastruktur jalan di Bali terkendala mahalnya harga lahan. Rencana proyek pembangunan jalan tidak bisa terlaksana karena sulitnya pembebasan lahan. Hal ini disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Denpasar Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Miftachul Munir, kepada beritabali.com, di Denpasar (29/1/2014).
Munir mencontohkan proyek pembangunan underpass simpang Dewa Ruci Kuta. Meski underpass sudah rampung, namun pembuatan U turn timur hingga kini belum bisa dilakukan karena terkendala pembebasan lahan. " Untuk pembuatan U turn timur underpass itu kita perlu lahan 0,14 hektar. Kita nilai lahan yang akan dibebaskan nilainya Rp 8 milyar, tapi pemilik lahan minta Rp 20 milyar lebih, siapa yang mau bayar kalau nilainya seperti itu?" ujarnya.
Contoh lainnya adalah pembangunan jalan tembus dari jalan Mahendradata-jalan sunset road, yang hingga kini belum bisa dilakukan karena terkendala pembebasan lahan. Rencana pembangunan jalan tol Kuta-Tanah Lot-Soka lewat Sunset Road, kata Munir, juga diperkirakan akan mengalami hambatan serupa, yakni soal pembebasan lahan.
"Kita ingin membangun jalan di Bali, tapi problemnya lahan mahal dan juga masalah-masalah budaya, ada penolakan dari masyarakat kalu kita mau bikin fly over, susah jadinya dibangun,"ujar Minir.
Munir mengatakan, Pemerintah Propinsi Bali dalam hal ini harus ikut aktif membantu proses penyediaan lahan agar proyek pembangunan infrastruktur jalan bisa segera dilakukan. Ia mencontohkan Pemerintah daerah NTB dan NTT yang ikut aktif dalam penyediaan lahan sehingga proyek pembangunan infrastruktur jalan di sana bisa segera dilakukan.
"Hingga saat ini jalan nasional di Bali yang menjadi tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Denpasar sepanjang 535 kilometer. Untuk mengatasi problem kemacetan dan memperlancar pertumbuhan ekonomi Bali, memang harus ada penambahan ruas jalan nasional lagi," ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan