Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hujan Deras Picu Longsor di Mendoyo, Senderan Jalan Jebol

Sabtu, 31 Oktober 2026, 10:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Hujan Deras Picu Longsor di Mendoyo, Senderan Jalan Jebol.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jembrana memicu tanah longsor hingga menyebabkan senderan jalan jebol di Jalan Nakula, Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jumat (30/10/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Senderan jalan yang jebol memiliki panjang sekitar 12 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman mencapai 20 meter.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.

"Senderan jalan yang jebol itu memiliki panjang kurang lebih 12 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman sekitar 20 meter," ujar Agus Artana saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).

Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga mengalami luka-luka.

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jembrana, Camat Mendoyo, Kelian Desa Yehembang Kauh, Babinsa, serta warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal.

Demi menjaga keselamatan warga dan pengguna jalan, petugas memasang garis polisi (police line) serta pembatas jalan (water barrier) di sekitar titik longsor. Pembatasan dilakukan untuk mencegah warga mendekati area berbahaya dan mengantisipasi kecelakaan akibat kondisi jalan yang berpotensi semakin rusak.

"Kami telah memasang police line dan water barrier di sekitar badan jalan yang longsor untuk membatasi akses serta memperingatkan pengguna jalan agar tidak mendekati area berbahaya," jelas Agus Artana.

BPBD Jembrana akan terus memantau kondisi badan jalan secara berkala. Perbaikan permanen terhadap senderan yang jebol dinilai perlu segera dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah kerusakan semakin meluas dan mengantisipasi longsor susulan.

BPBD Jembrana mengimbau masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami