Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hutan Rusak, Populasi Satwa Liar Menurun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kerusakan hutan menjadi salah satu penyebab semakin menurunnya jumlah populasi satwa liar di Indonesia. Kerusakan hutan yang menjadi habitat satwa telah menjadi factor penghambat bagi perkembangbiakan satwa di alam liar.
Pimpinan Taman Safari Indonesia Frans Manansang dalam keteranganya usai kegiatan penanaman mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali mencontohkan kerusakan hutan di Sumatera yang menyebabkan penurunan jumlah populasi harimau Sumatera yang kini diperkirakan jumlahnya di alam hanya 250 ekor.
Frans Manansang menegaskan akan sangat sulit untuk mengendalikan penurunan populasi satwa di alam liar jika masih terjadi pembiaran penebangan hutan.
"populasi satwa jelas tidak akan bertambah justru berkurang, karena perambahan hutan kerusakan hutan kan terus, penghijauan baru, kapan besarnya itu pohon kan 10 tahun sampai 15 tahun baru besar, menteri kehutanan tiap hari saya lihat di Koran melakukan penghijauan tapi jangan serimonial saja pak menteri" kata Frans Manansang.
Frans berharap Kementerian Kehutanan pada tahap awal fokus melakukan rehabilitasi terhadap kerusakan hutan yang terjadi di taman nasional yang ada di Indonesia. Hal ini untuk menjaga populasi satwa Indonesia yang kondisinya terancam punah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan