Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hayono Isman Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Rabu, 19 Februari 2014, 07:56 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Capres dari Partai Demokrat, Hayono Isman, menolak rencana reklamasi di Tanjung Benoa Bali. Reklamasi ini dinilai hanya akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di Bali. Hal ini disampaikan Hayono Isman, dalam acara debat capres Demokrat, di hotel Aston, Denpasar, Selasa malam (18/2/2014). "Saya tidak setuju dengan rencana reklamasi di Tanjung Benoa karena itu hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi alam Bali. Kita harus belajar dari reklamasi di Pulau Serangan, dimana reklamasi itu berdampak pada abrasi di pantai timur Bali,"ujarnya.

Menurut Hayono Isman, Bali selama ini sudah dikenal dengan pariwisata budayanya. Potensi seni budaya yang dimiliki Bali ini lah yang mampu mengangkat dunia pariwisata Bali seperti sekarang ini. "Jadi budayanya yang diperkuat, bukan jenis wisata lain, seperti membangun akomodasi wisata lewat reklamasi di Teluk Benoa, saya tidak setuju itu,"tegasnya.

Menanggapi pernyataan Hayono Isman ini, Guru besar Universitas Udayana, Prof Dr I Gede Parimarta, menyatakan potensi seni budaya Bali yang harus terus digali. "Apa yang disampaikan pak Hayono Isman sudah benar, bagaimana tradisi itu dipahami, tradisi dan keberagaman perlu diperhatikan, kita harus perhatikan aspek keberagaman budaya Bali, karena itu merupakan puncak puncak kebudayaan nasional,"ujar Parimartha.

Sementara itu, Debat capres Partai Demokrat sendiri diikuti oleh sepuluh calon presiden. Sepuluh calon presiden Partai Demokrat yang ikut dalam debat capres di Denpasar Bali ini antara lain Irman Gusman, Dino Patti Djalal, Ali Masykur Musa,  Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Endriartono Sutarto,  Pramono Edhie wibowo, Hayono Isman, Sinyo Harry Sarundajang dan Anies Baswedan. Sementara Marzuki Alie absen dengan alasan menjalankan tugas kenegaraan sebagai Ketua DPR RI.

Budaya dan priwisata menjadi pusat perhatian dalam debat kandidat konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat yang kelima ini. Dalam sesi pertama debat, empat kandidat konvensi capres memiliki janji-janji tersendiri untuk menjaga dan melestarikan budaya dan pariwisata di Bali demi kesejahteraan rakyat.

Moderator acara debat, Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tamagola bertanya, apakah Bali untuk pariwisata atau pariwisata untuk Bali? Menanggapi hal itu, Anies Baswedan mengatakan saat ini kondisi yang ada di masyarakat adalah kurangnya jiwa spiritualisme. Jiwa spiritualisme, sangat penting demi menjaga kearifan lokal.

"Generasi baru bukan saja di Bali di banyak tempat adat kita mengalami transformasi generasi baru lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget dari pada kegiatan berkaitan dengan tradisi. Kita harus menawarkan tradisi dan adat dalam bahasa yang dipahami anak muda," kata Anies, di Ball Room Hotel Ashton, Denpasar, Bali, Selasa (18/2/2014).

Sementara itu, jika berhasil menjadi Presiden Indonesia, Pramono Edhie Wibowo berjanji akan mengenali daerah masing-masing sesuai dengan budaya dan potensi yang ada. Selain itu, Edhie juga berpesan kepada calon pemimpin yang akan datang, harus mengenali daerah yang akan dipimpin.

"Andai engkau ingin jadi pemimpin, kenali daerah yang kau pimpin baik-baik, kalau kau tidak kenal dengan daerah yang kau pimpin, kau salah, apa yang ada potensi di Bali? Pariwisata, pertanian, pariwisata ini mengapa demikian besar? Karena budaya Bali bukan budaya asing," kata Edhie.

Dia pun berpesan kepada masyarakat Bali dan para calon pemimpin, agar tidak mengotori potensi wisata dan budaya Bali dengan kebijakan kapital. Dia yakin, Bali bisa terkenal karena selama ini mampu melestarikan budaya dan pariwisata Bali. "Nanti terkotori hanya karena ingin mengembankan potensi wisata, banggalah jadi bangsa Bali, jangan kau kotori dengan budaya asing. Engkau ingat mengapa kita lesatari karena kita sangat memahami budaya Bali," imbuhnya.

Sementara Irman Gusman menyatakan, berkat pariwisata, Bali menjadi salah satu daerah yang tingkat kesejahteraannya tinggi. Dia berjanji akan mempertahankan hal tersebut dengan kebijakan yang pro dengan rakyat. "Kesejahteraan masyarakat di Bali termasuk yang tertinggi, pariwisata jadi kekuatan utama tapi tetap dalam batasan budaya kearifan lokal. Kesejahteraan ekonomi harus berbasis kesejahteraan lokal dan kearifan lokal," tegas dia.

Sinyo Hary Sarundajang berpandangan Bali tak bisa dipisahkan dengan pariwisata. Namun pariwisata, kata dia, tak boleh melupakan kearifan lokal dan budaya religius di Bali.

"Keserasian antara budaya kearifan lokal dengan pulau Bali mendatangkan suatu keunggulan sendiri. Bali telah beri sumbangan devisa kepada negara. Tingkat kesejahteraan masyarakat Bali perlu diangkat jempol," tutur dia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami