Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wisatawan Asing Saksikan Pawai Ogoh-ogoh di Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa dari kertas dan bambu yang diarak warga menjadi perhatian tersendiri oleh wisatawan mancanegara yang berlibur di Pulau Bali. Wisatawan mancanegara di Kuta Bali tampak tumpah ruah berbaur bersama ribuan warga yang turun kejalan untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh di malam Pengerupukan menyambut Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka 1936 bagi umat Hindu.
"Meski saya sudah beberapa kali saya ke Bali, namun ini pertama kalinya saya melihat langsung atraksi ogoh-ogoh di jalan," kata Caroline, wisatawan asal Prancis ketika ditemui pawai ogoh-ogoh di Kuta, Bali, Minggu (30/3/2014) malam.
Pawai ogoh-ogoh di kampung turin ini diikuti oleh 13 peserta dari seluruh banjar yang ada di Kuta. Setiap peserta dari masing-masing banjar di Kuta menampilkan berbagai bentuk kreasi ogoh-ogoh yang melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat.
"Keren sekali. Ini pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup saya. Semua bentuk dan atraksi ogoh-ogoh ini saya abadikan dalam bentuk foto dan akan saya perlihatkan kepada keluarga saya di Perancis," tutur Caroline.
Pawai ogoh-ogoh secara massal yang disertai atraksi seni tari-tarian di Kuta dimulai sekitar pukul 19.30 Wita hingga tengah malam. Rute pawai ogoh-ogoh setiap satu tahun sekali di Kuta ini dimulai dari Jalan Depan Pura Desa Kuta mengitari Jalan Raya Kuta.
Tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun mengungkapkan bagi warga dan wisatawan yang menonton pawai ogoh-ogoh di Kuta diharapkan berjalan kaki.
"Disamping bisa melihat langsung pawai ogoh-ogoh dijalan. Kini disetiap perempatan jalan diwilayah Kuta, disediakan layar proyektor ukuran besar sehingga bisa melihat atraksi ogoh-ogoh di garis start secara keseluruhan," jelas Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta ini.
Lebih jauh Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini menjelaskan bahwa ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat jelek dan roh jahat. Diaraknya, ogoh-ogoh kejalan untuk memberitahukan bahwa ogoh-ogoh mencerminkan sifat buruk atau roh jahat. "Ogoh-ogoh adalah simbol atau sifat-sifat jelek, seperti, amarah, dengki, sombong, iri hati, asusila dan lain sebagainya, " ungkap Mayun.
Untuk menghindari kemacetan di wilayah Kuta, pihak adat Desa Kuta melibatkan satuan kepolisia dibantu pecalang atau satuan pengamanan adat setempat menutup sebagian jalan di wilayah Kuta yang dipakai rute pawai ogoh-ogoh bagi kendaraan bermotor.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan