Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wisatawan Asing Saksikan Pawai Ogoh-ogoh di Kuta

Senin, 31 Maret 2014, 09:02 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pawai ogoh-ogoh atau patung raksasa dari kertas dan bambu yang diarak warga menjadi perhatian tersendiri oleh wisatawan mancanegara yang berlibur di Pulau Bali. Wisatawan mancanegara di Kuta Bali tampak tumpah ruah berbaur bersama ribuan warga yang turun kejalan untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh di malam Pengerupukan menyambut Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka 1936 bagi umat Hindu.

"Meski saya sudah beberapa kali saya ke Bali, namun ini pertama kalinya saya melihat langsung atraksi ogoh-ogoh di jalan," kata Caroline, wisatawan asal Prancis ketika ditemui pawai ogoh-ogoh di Kuta, Bali, Minggu (30/3/2014) malam.

Pawai ogoh-ogoh di kampung turin ini diikuti oleh 13 peserta dari seluruh banjar yang ada di Kuta. Setiap peserta dari masing-masing banjar di Kuta menampilkan berbagai bentuk kreasi ogoh-ogoh yang melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat.

"Keren sekali. Ini pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup saya. Semua bentuk dan atraksi ogoh-ogoh ini saya abadikan dalam bentuk foto dan akan saya perlihatkan kepada keluarga saya di Perancis," tutur Caroline.

Pawai ogoh-ogoh secara massal yang disertai atraksi seni tari-tarian di Kuta dimulai sekitar pukul 19.30 Wita hingga tengah malam. Rute pawai ogoh-ogoh setiap satu tahun sekali di Kuta ini dimulai dari Jalan Depan Pura Desa Kuta mengitari Jalan Raya Kuta.

Tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun mengungkapkan bagi warga dan wisatawan yang menonton pawai ogoh-ogoh di Kuta diharapkan berjalan kaki.

"Disamping bisa melihat langsung pawai ogoh-ogoh dijalan. Kini disetiap perempatan jalan diwilayah Kuta, disediakan layar proyektor ukuran besar sehingga bisa melihat atraksi ogoh-ogoh di garis start secara keseluruhan," jelas Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta ini.

Lebih jauh Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini menjelaskan bahwa ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat jelek dan roh jahat. Diaraknya, ogoh-ogoh kejalan untuk memberitahukan bahwa ogoh-ogoh mencerminkan sifat buruk atau roh jahat. "Ogoh-ogoh adalah simbol atau sifat-sifat jelek, seperti, amarah, dengki, sombong, iri hati, asusila dan lain sebagainya, " ungkap Mayun.

Untuk menghindari kemacetan di wilayah Kuta, pihak adat Desa Kuta melibatkan satuan kepolisia dibantu pecalang atau satuan pengamanan adat setempat menutup sebagian jalan di wilayah Kuta yang dipakai rute pawai ogoh-ogoh bagi kendaraan bermotor.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami