Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Ini Sinyal Kuat JK Cawapres Jokowi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Capres Jokowi mengaku sudah mengantongi siapa cawapresnya. Itu dikatakan Jokowi saat bertemu Ketum Umum NasDem Surya Paloh, Jumat (2/5/2014). Nama Jusuf Kalla mencuat. Sinyal kuat itu terlihat saat keduanya 'tanpa sengaja' bertemu di Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta, Sabtu (3/5/2014).
"Pertemuan capres PDIP Joko Widodo dengan Jusuf Kalla di Bandara Halim menyiratkan duet ini semakin menguat. Ini pesan politik dapat dimaknai bahwa keduanya akan berpasangan dalam pilpres mendatang," kata Direktur Political Institute (PolcoMM Institute) Heri Budianto, Sabtu (3/5/2014).
Indikasi ini adalah rangkaian yang tidak bisa lepas dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Menurut Heri, bila dicermati dari realitas politik selama 2 hari ini, Jokowi menyambangi markas Partai NasDem. "Itu kuat sekali mengarah pada sosok JK," katanya.
Bagi Heri, indikasi yang memperkuat lainnya adalah bergabungnya PKB dalam koalisi PDIP. Sebab PKB termasuk partai yang mencalonkan JK sebagai capres.
"Saya kira ketika PKB merapat ke PDIP itu dapat juga dibaca bahwa duet ini semakin kuat," kata pengajar politik di Universitas Mercu Buana ini.
Memang ada Mahfud MD, tetapi Heri melihat PKB akan realitis menerima JK karena yang akan menentukan cawapres Jokowi adalah Megawati.
"Selain dari itu, berdasarkan survei akseptabilitas yang dilakukan PolcoMM Institute 3 April 2014, memang publik menilai JK paling pantas berpasangan dengan Jokowi. Karena keduanya akan saling mengisi di pemerintahan," jelasnya.
Menurut dia, JK diharapkan menjadi jembatan pemerintah dengan parlemen. "Dan menjaga stabilitas pemerintahan nantinya," imbuh Heri.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun