Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Reklamasi Tanjung Benoa Akan Rubah Bentang Alam Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembangunan resort terpadu dengan melakukan reklamasi perairan Tanjung Benoa dinilai akan merubah bentang alam Pulau Bali. Bali memang harus maju, namun tetap harus menjaga bentang alam yang ada. Hal itu disampaikan komisi IV DPR RI saat melakukan kunjungan kerja dengan agenda melihat pemanfaatan kawasan mangrove sekitaran lokasi reklamasi di tanjung benoa, Nusa Dua, Bali.
Ketua Komisi IV DPR RI, Rhoma Harmizi menyatakan yang menjadi perhatian khususnya adalah kawasan pemanfaatan reklamasi untuk pembangunan instalasi resort terpadu yang sebelumnya sempat terjadi tarik ulur.
"Kami ingin melihat pemanfaatanya secara segi ekonomi, dampak dan analisis lingkungannya. Dan jangan sampai itu dilakukan dengan menyalahi peraturan perundang undangan yang telah berlaku," ujarnya di kawasan mangrove Nusa Dua Bali, Senin (2/6/2014).
Terkait wacana reklamasi tersebut, ia menegaskan bahwa semua harus ada kepastian dari hasil kajian nantinya yang dikeluarkan. "Kalau dahulu kami melihat pengelolaan mangrove, kini melihat rencana reklamasi yang menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat Bali terhadap tanjung benoa," tegasnya.
Sementara itu, Anggota komisi IV DPR RI, Sudin menambahkan jika kawasan mangrove yang akan direklamasi selama itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, menurutnya hal itu tidak masalah. Tapi, yang sekarang menjadi pertanyaan adalah terkait pembangunan resort terpadu yang direncanakan di areal lahan reklamasi. Baginya, dari segi apapun kalau yang namanya reklamasi pasti akan merubah bentang alam.
"Saya rasa kalau nantinya lahan mangrove dibuat untuk kepentingan masyarakat itu tidak masalah. Selain itu, apakah pembangunan resort terpadu ini akan menimbulkan banyak manfaatnya bagi masyarakat atau malah menimbulkan masalah," jelasnya.
Wakil rakyat dari fraksi PDIP itu mengaku dampak dari wacana reklamasi tersebut sangat tidak baik. Pasalnya, disatu pihak Bali ini harus maju tapi disatu pihak harus dijaga bentang alamnya.
"Kami belum ambil keputusan, yang kami lihat dari efek domino dari reklamasi apakah efeknya lebih baik, atau malah merugikan," pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun