Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Kader Demokrat Bali Dukung Jokowi Akan Diberi Sanksi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kader Partai Demokrat yang membelot mendukung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli mendatang akan mendapatkan sanksi dari induk partainya. Langkah tegas itu dilakukan sebab partai asuhan SBY itu sudah menegaskan sikapnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada Senin (30/6/2014) lalu.
"Dua hari lalu (Senin,30/6), partai Demokrat menyatakan sikap dukung prabowo-Hatta. Untuk kader yang mendukung pasangan lain, untuk sementara, saksinya berupa surat teguran," kata ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Bali, Made Mudarta di Denpasar, Rabu (2/7/2014).
Politisi asal Jembrana itu menegaskan, kader partai Demokrat yang membelot ke pasangan Jokowi-JK akan dicatat oleh Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Bentuk sanksinya itu, kata Mudarta, kewenangan Dewan Kehormatan partai Demokrat dengan memperhatikan derajat pelanggaran kader yang membelot.
"Kader pembelot itu akan dinilai loyalitasnya kepada partai Demokrat oleh Dewan Kehormatan. Sikap tegas partai Demokrat itu akan diperlakukan sama terhadap kader Demokrat di Bali yang mendukung Jokowi-JK, termasuk kader Demokrat yang mendeklarasikan komunitas PD (Pilih Dua) yang mendukung Jokowi-JK yang dideklarasikan pada Minggu (29/6) lalu," tegasnya.
Lebih jauh Mudarta mengaku Majelis Tinggi partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sudah memutuskan sikap partai Demokrat untuk mendukung pasangan nomor urut 1. Pilihan partai Demokrat itu, kata Mudarta, setelah menerima aspirasi DPD dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) partai Demokrat seluruh Indonesia.
"Sudah menjadi sikap resmi partai, maka seluruh kader partai Demokrat harus tunduk pada keputusan itu. Wajib hukumnya semua kader Demokrat di seluruh Indonesia termasuk di Bali untuk mendukung Prabowo-Hatta," harapnya.
Mudarta menambahkan, selain adanya aspirasi dari DPD dan DPC partai Demokrat seluruh Indonesia, pilihan mendukung Prabowo-Hatta itu juga karena adanya potensi besar pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan pertarungan head to head dengan pasangan Jokowi-JK pada 9 Juli mendatang sebagaimana terungkap dalam hasil survei belakangan ini.
"Hasil survei memperlihatkan tren suara Prabowo terus naik, sementara Jokowi terus turun. Salah satu faktornya, hasil debat cawapres beberapa hari lalu, Hatta menang telak, sehingga Swing Voter (calon pemilih yang belum menentukan pilihan) mulai berkurang dari 11 persen," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4677 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan