Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 15 Juni 2026
Kader Demokrat Bali Dukung Jokowi Akan Diberi Sanksi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kader Partai Demokrat yang membelot mendukung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli mendatang akan mendapatkan sanksi dari induk partainya. Langkah tegas itu dilakukan sebab partai asuhan SBY itu sudah menegaskan sikapnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada Senin (30/6/2014) lalu.
"Dua hari lalu (Senin,30/6), partai Demokrat menyatakan sikap dukung prabowo-Hatta. Untuk kader yang mendukung pasangan lain, untuk sementara, saksinya berupa surat teguran," kata ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Bali, Made Mudarta di Denpasar, Rabu (2/7/2014).
Politisi asal Jembrana itu menegaskan, kader partai Demokrat yang membelot ke pasangan Jokowi-JK akan dicatat oleh Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Bentuk sanksinya itu, kata Mudarta, kewenangan Dewan Kehormatan partai Demokrat dengan memperhatikan derajat pelanggaran kader yang membelot.
"Kader pembelot itu akan dinilai loyalitasnya kepada partai Demokrat oleh Dewan Kehormatan. Sikap tegas partai Demokrat itu akan diperlakukan sama terhadap kader Demokrat di Bali yang mendukung Jokowi-JK, termasuk kader Demokrat yang mendeklarasikan komunitas PD (Pilih Dua) yang mendukung Jokowi-JK yang dideklarasikan pada Minggu (29/6) lalu," tegasnya.
Lebih jauh Mudarta mengaku Majelis Tinggi partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sudah memutuskan sikap partai Demokrat untuk mendukung pasangan nomor urut 1. Pilihan partai Demokrat itu, kata Mudarta, setelah menerima aspirasi DPD dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) partai Demokrat seluruh Indonesia.
"Sudah menjadi sikap resmi partai, maka seluruh kader partai Demokrat harus tunduk pada keputusan itu. Wajib hukumnya semua kader Demokrat di seluruh Indonesia termasuk di Bali untuk mendukung Prabowo-Hatta," harapnya.
Mudarta menambahkan, selain adanya aspirasi dari DPD dan DPC partai Demokrat seluruh Indonesia, pilihan mendukung Prabowo-Hatta itu juga karena adanya potensi besar pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan pertarungan head to head dengan pasangan Jokowi-JK pada 9 Juli mendatang sebagaimana terungkap dalam hasil survei belakangan ini.
"Hasil survei memperlihatkan tren suara Prabowo terus naik, sementara Jokowi terus turun. Salah satu faktornya, hasil debat cawapres beberapa hari lalu, Hatta menang telak, sehingga Swing Voter (calon pemilih yang belum menentukan pilihan) mulai berkurang dari 11 persen," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1024 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli