Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mudarta : Komunitas PD Pasek Suardika Tidak Efek
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kader Partai Demokrat yang membelot dan mendukung pasangan Jokowi-JK jumlahnya sangat minim. Komunitas Pemilih Dua (PD) untuk mendukung Jokowi-JK yang digalang kader Demokrat yang membelot dinilai tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil pilpres mendatang.
Hal itu diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Bali, Made Mudarta di Denpasar, Rabu (2/7/2014). Mudarta menilai, Komunitas Pemilih Dua (PD) yang digalang kader Demokrat yang membelot itu tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil pilpres mendatang.
"Mereka tidak memiliki jaringan yang luas. Partai Demokrat sudah memiliki jaringan yang jelas sampai tingkat bawah. Itu (Komunitas PD) tidak efek (berpengaruh) dan cakupannya kecil," ujar Mudarta.
Mudarta menanggapi pernyataan anggota komunitas PD, Gede Pasek Suardika, usai deklarasi dukungan kepada Jokowi-JK pada hari Minggu lalu, yang menyebutkan pilihan rasional kader Demokrat harus mendukung Jokowi-JK karena Tagline 'Indonesia Bangkit' dan pernyataan kebocoran anggaran oleh Prabowo, itu menampar pemerintahan SBY.
"Tagline Indonesia Bangkit itu bukan berarti Indonesia selama pemerintahan SBY berada dalam keterpurukan. Namun Indonesia perlu terus bangkit menuju kejayaannya," jelasnya.
Mudarta justru menyindir tagline 'Indonesia Hebat' yang diusung Jokowi-JK, sebab dianggap tidak realistis. Tagline 'Indonesia Hebat' itu berarti semua rakyat Indonesia sejahtera. Semua warga di RT, di desa-desa semuanya sejahtera, tapi itu mustahil.
"Tagline adalah motivasi atau harapan kepada masyarakat. Tagline Prabowo-Hatta itu memberi harapan perubahan bagi Indonesia," ungkapnya.
Terkait informasi adanya aliran dana Rp 100 triliun untuk serangan fajar dari salah satu kandidat, Mudarta meyakini bahwa warga kini sudah sangat cerdas sehingga suaranya tidak mudah untuk dibeli. Meski begitu, ia mempersilahkan warga mengambil uang yang dibagi dari masing-masing kandidat.
"Rakyat tidak bisa dibeli. Kalau rakyat bisa dibeli maka bahaya negara ini. Silahkan ambil uangnya tapi keputusan memilih sesuai hati nurani masing-masing. Untuk mengantisipasi serangan fajar silahkan laporkan dan rekam melalui handphone masing-masing buktinya," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2035 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun