Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mudarta : Komunitas PD Pasek Suardika Tidak Efek

Rabu, 2 Juli 2014, 21:53 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kader Partai Demokrat yang membelot dan mendukung pasangan Jokowi-JK jumlahnya sangat minim. Komunitas Pemilih Dua (PD) untuk mendukung Jokowi-JK yang digalang kader Demokrat yang membelot dinilai tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil pilpres mendatang.

Hal itu diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Bali, Made Mudarta di Denpasar, Rabu (2/7/2014). Mudarta menilai, Komunitas Pemilih Dua (PD) yang digalang kader Demokrat yang membelot itu tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil pilpres mendatang.

"Mereka tidak memiliki jaringan yang luas. Partai Demokrat sudah memiliki jaringan yang jelas sampai tingkat bawah. Itu (Komunitas PD) tidak efek (berpengaruh) dan cakupannya kecil," ujar Mudarta.

Mudarta menanggapi pernyataan anggota komunitas PD, Gede Pasek Suardika, usai deklarasi dukungan kepada Jokowi-JK pada hari Minggu lalu, yang menyebutkan pilihan rasional kader Demokrat harus mendukung Jokowi-JK karena Tagline 'Indonesia Bangkit' dan pernyataan kebocoran anggaran oleh Prabowo, itu menampar pemerintahan SBY.

"Tagline Indonesia Bangkit itu bukan berarti Indonesia selama pemerintahan SBY berada dalam keterpurukan. Namun Indonesia perlu terus bangkit menuju kejayaannya," jelasnya.

Mudarta justru menyindir tagline 'Indonesia Hebat' yang diusung Jokowi-JK, sebab dianggap tidak realistis. Tagline 'Indonesia Hebat' itu berarti semua rakyat Indonesia sejahtera. Semua warga di RT, di desa-desa semuanya sejahtera, tapi itu mustahil.

"Tagline adalah motivasi atau harapan kepada masyarakat. Tagline Prabowo-Hatta itu memberi harapan perubahan bagi Indonesia," ungkapnya.

Terkait informasi adanya aliran dana Rp 100 triliun untuk serangan fajar dari salah satu kandidat, Mudarta meyakini bahwa warga kini sudah sangat cerdas sehingga suaranya tidak mudah untuk dibeli. Meski begitu, ia mempersilahkan warga mengambil uang yang dibagi dari masing-masing kandidat.

"Rakyat tidak bisa dibeli. Kalau rakyat bisa dibeli maka bahaya negara ini. Silahkan ambil uangnya tapi keputusan memilih sesuai hati nurani masing-masing. Untuk mengantisipasi serangan fajar silahkan laporkan dan rekam melalui handphone masing-masing buktinya," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami