Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Koalisi Parpol dan Relawan Jokowi-JK di Bali Sepakat Tak Bubar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sesuai rapat akhir Tim Kampanye Jokowi-JK, koalisi lima parpol serta relawan-relawan independen yang mendukung Jokowi-JK di Bali dalam pilpres 2014 ini, sepakat meneruskan silaturahmi dan komunikasi, setelah Presiden definitif ditetapkan KPU Pusat, 22 Juli mendatang.
Hadir dalam rapat itu Wayan Sudirta, Koordinator Pengarah Tim Kampanye Jokowi-JK yang juga Koordinator Koalisi Bhinneka Tunggal Ika, Prof. Dr. Made Bakta dan Putu Wirata Dwikora masing-masing Wakil Ketua dan Sekretaris KBTI, Dr. Wayan Koster (Ketua Tim Kampanye), Oka Gunastawa (Sekretaris Tim Kampanye), Adi Wiryatama (Tim Pemenangan Jokowi-JK), Cok Ratmadi (Penasihat Tim), Ayu Wigunawati (Relawan Lembang 9), Gung Tini Gorda (Relawan Perempuan Cerdas), Gung Tira dari Relawan Jo-Man, dan lainnya.
Koordinator Pengarah Tim Kampanye,Wayan Sudirta menyatakan kemenangan Jokowi-JK di Bali tak boleh membuat Tim dan Relawan lengah. Kemenangan Jokowi-JK justru mesti dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan internal pendukung agar tidak mengecewakan rakyat yang telah memilihnya.
"Kemenangan Jokowi-JK mari dijadikan momentum untuk memperbaiki pelayanan masyarakat melalui pembenahan parpol maupun infrastruktur politik lainnya," ujar Sudirta dalam rilisnya yang dikirim ke Berita Bali.Com, Sabtu 19 Juli 2014.
Sudirta juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan berpartisipasi dalam pilpres, termasuk kerja-kerja ratusan relawan KBTI Eksponen KORdEM yang blusukan door to door ke rumah-rumah di 'wilayah berat' Karangasem, guna memasang stiker Jokowi-JK.
Di Karangasem, kampung halaman Wayan Sudirta, Jokowi-JK unggul dengan perolehan suara 66,44%. Di Desa Pidpid kampung halaman Wayan Sudirta mencoblos, Jokowi-JK memperoleh 87% suara, sementara di TPS tempat Sudirta mencoblos, Jokowi-JK memperoleh 97% suara. Namun, tidak boleh ada yang lengah dan mabuk kemenangan, karena dalam kompetisi setiap orang harus tetap waspada, termasuk setelah kemenangan di tangan.
Hal serupa juga ditegaskan, Prof. Made Bakta agar semua pihak tidak lengah,tetap tenang dan tidak boleh terpancing provokasi pihak tertentu menjelang pengumuman remi KPU 22 Juli mendatang.
"Relawan tetap bekerjasama paska pilpres, untuk menjaga Bali dari berbagai eksploitasi yang bisa merusak, guna dikomunikasikan dengan Jokowi-JK," imbuh Mantan Rektor Unud Denpasar itu.
Sementara, Putu Wirata Dwikora, Sekretaris KBTI yang juga Ketua Bali Corruption Watch (BCW), meminta koalisi 5 parpol pengusung Jokowi-JK agar tidak bubar setelah presiden terpilih. Parpol juga diminta tetap menjaga silaturahmi dengan para relawan yang sepakat untuk tidak bubar setelah presiden terpilih dinyatakan secara definitif.
"Silaturahmi relawan dengan lima parpol pendukung Jokowi-JK tidak boleh putus setelah nanti presiden terpilih definitif. Relawan KBTI sepakat dilanjutkan untuk mendukung Jokowi-JK mewujudkan visi-misi dan programnya," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4528 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2144 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2125 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1710 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan