Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Pemandu Bali Adventure Dinilai Tidak Profesional
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wisatawan asal India bernama Bhavik Shah tewas saat sedang bermain rafting atau arung jeram di Sungai Ayung, Gianyar, Bali. Pemandu rafting yang bertugas dinilai tidak profesional sehingga menyebabkan korban tewas.
"Rekan korban sudah berulang kali menegur pemandu tersbut dan menunjukkan lokasi kemungkinan hilangnya korban. Tetapi tetap saja dilakukan pencarian di luar lokasi. Ini aneh, dimana standar SOP mereka dalam bekerja," Kata IB Parta Adnyana, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Tirta dan Bahari (Gahawisri) Bali, Kamis (6/11/2014).
Menurut Parta Adnyana, jika pemandu menjalankan prosedur penyelamatan pasca hilangnya korban saat itu, ia yakin korban dapat diselamatkan. Kemungkinan, pemandu dari perusahaan Bali Adventure tidak pernah mengikuti standar penyelamatan.
"Perusahaan besar, mestinya para pemandu tahu cara penyelamatan atau cara pencarian bilamana terjadi insiden," jelasnya.
Melihat pengalaman ini, ia yang terjun melakukan pencarian bersama tim SAR berharap bentuk usaha yang berhubungan dengan wisata air, apapun bentuknya seluruh pemandu harus mengusai SOP.
"Untuk saat ini, kita masih kumpulkan bukti-bukti. Apakah perusahaan yang bersangkutan kita kenakan sanksi, akan dipertimbangkan nanti," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, berniat menikmati bulan madu, wisatawan asal India bernama Bhavik Shah bersama istrinya Khayati Bhavik Shah justru tewas saat sedang bermain rafting atau arung jeram di Sungai Ayung, Gianyar, Bali.
Tewasnya Bhavik diduga akibat lamban dan lalaian pemandu dari pihak pengolala arum jeram Tirta sungai Ayung. Korban awalnya bersama keluarga dan istrinya Khayati Bhavik Shah, sedang menikmati derasnya arus sungai.
Di pusat air deras pada titik curam, tiba-tiba perahu karet yang dibawa korban membentur batu dan sempat terguling, saat itu sudah diketahui korban hilang. Namun karena derasnya air dan dasyatnya teriakan rekan-rekan korban, hingga tidak memperhatikan kalau satu dari mereka hilang.
Saat diketahui korban tidak ada, salah seorang pemandu yang berinisial I Wayang Rsn justru tidak terlihat panik dan memilih mencari korban dengan tidak melakukan penyisiran di pusat dugaan terjadinya kemungkinan korban hilang.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8115 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5668 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan