Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kwik Sebut Premium Rp 6.500 Pemerintah Sudah Untung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ekonom Kwik Kian Gie mengatakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah pembohongan publik. Ini didasari atas keuntungan pemerintah dari bensin premium 1 barel = 159 liter1 USD = Rp12.000.
Menurut Kwik Kian Gie, biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah 10 USD, atau jika dalam rupiah 10 : 159 x 12.000 = Rp754,7 dibulatkan = Rp755/liter.
"Jadi sebenarnya dengan menjual premium Rp6.500 per liter, pemerintah sudah untung sebesar 6.500 - 755= Rp5.745/liter. Sekarang tinggal dikalikan berapa liter kebutuhan dalam negeri, itulah 'keuntungan' yang diperoleh pemerintah dari hasil jualan bensin premium pada rakyatnya sendiri!"
Minyak dari perut bumi sendiri dan menurut UUD 1945 pasal 33 menyebutkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun kenyataannya tidak ada yang gratis alias rakyat disuruh membeli.
"Sekarang pemerintah mau ambil untung berapa rupiah lagi dengan menaikkan BBM? Subsidi itu ada kalau pemerintah merugi, artinya harus nombokin," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang