Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Desa Adat Akan Dilibatkan Amankan Munas Golkar di Bali

Rabu, 26 November 2014, 16:24 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tak hanya dari unsur TNI dan Polri yang akan dilibatkan untuk mengamankan jalannya Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali, sedikitnya ada 4 desa adat yang akan terlibat dengan mengerahkan pengamanan pecalang.   

Munas Golkar yang akan dihelat selama empat hari di Nusa Dua, Bali yang mulai 30 November nanti akan melibatkan 4 desa adat yang meliputi Desa Adat Bualu, Desa Adat Benoa Nusa Dua, Desa Adat Tanjung Benoa dan Desa Adat Sawangan.

"Empat desa kita libatkan dalam kegiatan akbar Munas Golkar nanti di Nusa Dua. Keempat desa adat itu nanti mengerahkan para pecalangnya untuk membantu mengamankan Munas," Kata Sekretaris DPD Golkar Bali, Komang Purnama, Rabu (26/11/2014). 
 
Purnama menuturkan jika pengamanan Munas Golkar akan dilakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Ia memastikan kegiatan akbar partai berlambang pohon beringin itu nantinya akan lebih menonjolkan khasanah budaya Bali dalam pengamanan. 

"Persoalan teknisnya tentu Polda Bali yang lebih tahu. Pecalang adalah ciri khas pengamanan Bali. Jadi tidak harus mesti khusus mengamankan upacara adat, namun dalam fungsinya di palemahan juga dapat dibutuhkan," ungkapnya. 

Diperkirakan ada sekitar 300 pecalang dari empat desa adat di Nusa Dua yang dilibatkan dalam pengamanan Munas Golkar yang mengambil sentral di Kawasan BTDC Nusa Dua.

AMPG Bali Akan Hadang Yoris 

Tindakan Yoris Rawerai yang membuat rusuh saat rapat pleno Rapimnas Partai Golkar di Yogyakarta sore tadi membuat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Bali geram.

AMPG Bali bahkan mengaku siap menghadang Yoris jika ia nekat hadir saat Munas Golkar di Bali 30 November sampai 4 Desember 2014.

"AMPG Bali siap hadang Yoris. AMPG Bali sudah bulat untuk mengamankan Munas di Bali," ujar Ketua Umum AMPG Bali, I Gusti Agung Citra Umbara, Selasa 25 November 2014.

Pria yang akrab disapa Gung Citra ini bahkan mengaku siap mengerahkan 500 anggota AMPG Bali untuk menghadapi kelompok Yoris Rawerai. 

"Kita tidak main-main. Anggota kami yang berjumlah 500 orang sudah siap turun menghadang Yoris," tegasnya. 

Dewan Pendekar yang menyandang sabuk hitam Pencak Silat Bhakti Negara itu meminta Yoris tak ikut campur lagi dalam urusan Partai Golkar. Apalagi jika ia membawa nama AMPG. 

"Dia (Yoris) itu tidak seharusnya lagi berkecimpung di AMPG, karena sudah dikeluarkan dari AMPG. Dia sudah diganti dan dia tidak ada hak lagi mengatasnamakan AMPG," jelas Gung Citra.

Gung Citra menyebut jika Yoris masih menggunakan nama AMPG, maka hal itu adalah AMPG gadungan. Yoris dinilai pembangkang karena menghadang dan tidak menghormati Rapimnas yang memandatkan Munas Golkar di Bali.   

"Itu AMPG gadungan. Yoris harus menghormati Rapimnas karena memandatkan Munas di Bali. Kalau dia menghadang berarti melakukan pembangkangan," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami