Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Gelar Ritual Tolak Bala, Akses Menuju Kuta Ditutup
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ribuan umat Hindu di Desa Adat Kuta, Bali, hari ini menggelar ritual tolak bala atau yang dikenal upacara Nangluk Merana. Ritual digelar di setiap perempatan di wilayah Kuta, sehingga akses jalan menuju kawasan wisata Kuta ditutup sementara.
Salah seorang tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun menyatakan upacara Nangluk Merana merupakan permohonan keselamatan kepada Tuhan yang bertujuan menetralisir alam semesta dari hal negatif termasuk bencana alam dan serangan wabah penyakit.
"Selain penolak bala, upacara ini juga berfungsi menetralisir alam agar kembali harmonis," kata Dewa Mayun di Kuta, Bali saat ditemui, Jumat (12/12/2014).
Tokoh Puri Satria Dalem Kaleran ini menuturkan upacara Nangluk Merana digelar setiap satu tahun sekali tepatnya tiap Sasih Kajeng Kliwon pada kalender Bali ini. Ritual ini berlangsung hampir di seluruh perempatan yang ada di Kuta mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.
"Untuk memperlancar upacara nangluk merana untuk sementara akses jalan menuju kawasan Kuta akan ditutup sementara dengan sistem buka tutup," ungkapnya.
Dalam ritual ini, enam barong diarak keliling lingkungan desa Kuta. Simbol kebaikan ini bersama dengan benda suci dari Pura diyakini mampu mengusir roh dan hal negatif yang bersemayam di desa, sehingga masyarakat bisa terbebas dari marabahaya dan wabah penyakit.
Adapun lokasi tempat berlangsung upacara Nangluk Merana, jelas Dewa Mayun, dilakukan di Pura Ungan-Ungan di selatan Hard Rock Cafe Bali, persimpangan Bemo Corner, persimpangan depan Pura Desa, persimpangan Jalan Majapahit-Raya Kuta.
"Serta di depan Banjar Pelasa dan Pura Padonan, persimpangan Jalan Blambangan-Kalianget, persimpangan Jalan Kalianget-Raya Kuta," jelasnya.
Dalam upacara yang menjadi pusat perhatian wisatawan ini, puluhan orang mengalami kerasukan. Warga Desa Adat Kuta percaya, usai menggelar upacara sakral ini, alam dapat kembali bersih dan harmonis.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan